Daun Jengkol Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun jengkol yang menguning bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kekurangan hara hingga serangan hama. Berikut diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Daun jengkol yang menguning seringkali membuat petani khawatir. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah nutrisi, air, hingga serangan organisme pengganggu. Di Indonesia, gejala ini bisa muncul sepanjang tahun, namun lebih sering saat musim kemarau panjang atau setelah hujan deras. Penting untuk mengamati pola kuning pada daun dan kondisi tanaman secara keseluruhan agar penanganan tepat.

Ringkas: Jengkol

Cahaya
Naungan 50% saat muda, sinar penuh saat dewasa
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November), panen di musim kemarau
Tingkat Kesulitan
Sedang

Perlu lahan luas, perawatan rutin, dan kesabaran menunggu panen

Penyebab paling umum adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N), magnesium (Mg), atau besi (Fe). Daun yang menguning akibat defisiensi N biasanya dimulai dari daun tua, merata di seluruh helai. Defisiensi Mg menyebabkan kuning di antara tulang daun (interveinal) pada daun tua. Defisiensi Fe terjadi pada daun muda dengan tulang daun tetap hijau. Solusinya adalah pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik (pupuk kandang 2-3 kg/pohon setiap 6 bulan) atau pupuk kimia sesuai rekomendasi BPP setempat.

Penyebab lain adalah serangan hama seperti kutu putih (Planococcus spp.) atau ulat penggulung daun (Dudua aprobola). Kutu putih mengisap cairan daun dan mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga, menyebabkan daun kuning dan lengket. Ulat penggulung daun membuat daun menggulung dan menguning. Untuk kutu putih, semprot dengan air sabun (2 sendok makan sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari. Untuk ulat, kumpulkan dan musnahkan daun yang tergulung secara manual.

Selain itu, genangan air akibat drainase buruk dapat menyebabkan akar busuk dan daun menguning. Pastikan saluran air lancar, terutama saat musim hujan. Jika tanah terlalu kering saat kemarau, siram 10-20 liter per pohon setiap 2-3 hari. Jangan lupa memeriksa pH tanah; jengkol tumbuh optimal pada pH 5,5-6,5. Jika terlalu masam (<5,0), beri kapur dolomit 1-2 kg per pohon setahun sekali.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Unsur Hara (N, Mg, Fe)

Ciri: Daun tua menguning merata (N), kuning di antara tulang daun (Mg), atau daun muda kuning dengan tulang hijau (Fe).

Solusi: Pupuk dengan pupuk kandang 2-3 kg/pohon setiap 6 bulan, atau pupuk kimia NPK 15-15-15 dosis sesuai label. Untuk defisiensi Mg, tambahkan dolomit atau MgSO4. Untuk Fe, semprot daun dengan pupuk mikro mengandung Fe sesuai dosis.

Serangan Kutu Putih (Planococcus spp.)

Ciri: Daun kuning, lengket, ada embun madu, dan tampak koloni putih di permukaan bawah daun.

Solusi: Semprot dengan larutan air sabun (2 sdm sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari. Jika parah, konsultasi ke BPP untuk insektisida yang sesuai.

Serangan Ulat Penggulung Daun (Dudua aprobola)

Ciri: Daun menggulung, menguning, dan terdapat ulat di dalam gulungan.

Solusi: Kumpulkan dan musnahkan daun yang menggulung secara manual. Jika serangan luas, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak biji nimba (1 kg biji direndam 5 liter air, semprot tiap 5 hari).

Masalah Drainase atau Penyiraman

Ciri: Daun menguning, tanaman layu meski tanah basah (genangan) atau tanah kering (kekurangan air).

Solusi: Perbaiki drainase dengan membuat saluran air. Saat kemarau, siram 10-20 liter per pohon setiap 2-3 hari. Saat hujan, hindari genangan.

Langkah-langkah

  1. Amati pola kuning: jika daun tua kuning merata, curigai kekurangan N. Jika kuning di antara tulang daun, curigai Mg. Jika daun muda kuning, curigai Fe.
  2. Periksa keberadaan hama: cek permukaan bawah daun untuk kutu putih atau gulungan daun untuk ulat.
  3. Evaluasi drainase dan kelembaban tanah: gali lubang kecil dekat akar, jika air menggenang perbaiki drainase; jika tanah kering, siram.
  4. Lakukan tindakan sesuai penyebab: pemupukan, pengendalian hama secara mekanik atau nabati, atau perbaikan drainase. Jika tidak membaik, bawa sampel ke BPP.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun jengkol kuning pasti karena hama?

Tidak, bisa juga karena kekurangan hara, drainase buruk, atau kekeringan. Amati pola dan kondisi tanaman.

Berapa kali pemupukan jengkol dalam setahun?

Idealnya dua kali setahun, awal musim hujan dan akhir musim kemarau, dengan pupuk organik 2-3 kg/pohon.

Apa yang harus dilakukan jika daun kuning disertai bercak hitam?

Bercak hitam bisa menandakan jamur. Segera potong daun yang terserang dan semprot fungisida berbahan tembaga sesuai dosis (konsultasi BPP).

Apakah jengkol tahan kekeringan?

Jengkol cukup tahan, tetapi jika kemarau panjang (>3 bulan) perlu disiram 10-20 liter per pohon setiap 2-3 hari.

Bagaimana cara membedakan kekurangan Mg dan Fe?

Mg: kuning di antara tulang daun pada daun tua. Fe: kuning pada daun muda dengan tulang daun tetap hijau.

Lebih lanjut tentang Jengkol

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.