Penyebab paling umum dari daun bayam kuning di musim kemarau adalah defisiensi unsur hara nitrogen akibat penguapan dan kekeringan media tanam. Nitrogen sangat dibutuhkan untuk pembentukan klorofil atau zat hijau daun pada fase vegetatif awal hingga panen. Ketika tanah kekurangan air, akar tanaman bayam yang dangkal (hanya bertumpu pada kedalaman 10 hingga 15 sentimeter) tidak mampu menyerap unsur nitrogen secara optimal, sehingga daun bagian bawah akan berubah menjadi kuning pucat terlebih dahulu sebelum menyebar ke seluruh bagian tanaman.
Selain faktor nutrisi, serangan hama seperti tungau merah (Tetranychus sp.) dan kutu daun sering meningkat drastis pada cuaca kering dan panas. Hama-hama mikroskopis ini mengisap cairan sel daun dari permukaan bawah, meninggalkan bercak-bercak kuning kecil yang lama-kelamaan menyatu dan membuat daun mengering. Penyiraman rutin sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore, serta pemberian mulsa organik tebal 2 hingga 3 sentimeter sangat efektif menjaga kelembapan tanah dan menekan populasi hama pengisap tersebut.
Untuk memulihkan tanaman bayam yang menguning, penambahan pupuk organik cair atau kompos matang sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang tanam dapat dilakukan setiap 7 hari sekali. Pemupukan susulan ini membantu menyediakan nutrisi siap serap tanpa merusak struktur tanah di musim kemarau. Jika tindakan pencegahan dan perbaikan hidro-nutrisi dilakukan secara konsisten sejak hari ke-7 setelah tanam, daun bayam akan kembali hijau segar dan siap dipanen tepat waktu dengan kualitas daun yang renyah.






