Secara umum, daun bayam menguning di musim kemarau dipicu oleh stres lingkungan, kekurangan unsur hara nitrogen, atau serangan hama pengisap cairan tanaman. Pada kondisi tanah yang kering dan suhu udara tinggi, penyerapan hara di dalam tanah sering kali terhambat meskipun kita sudah melakukan pemupukan. Selain itu, penyiraman yang tidak merata membuat tanaman mengalami dehidrasi lokal yang berujung pada kerusakan klorofil daun secara masif.
Untuk mengatasi masalah ini, kita harus melakukan diagnosis yang teliti di lahan. Jika penyebabnya adalah kekurangan air dan hara akibat penguapan tinggi di musim kemarau, maka frekuensi penyiraman perlu ditingkatkan menjadi dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari. Tambahkan juga pupuk organik kaya nitrogen seperti kompos matang atau pupuk kandang terfermentasi di sekitar pangkal batang dengan takaran dua genggam per meter persegi setiap dua minggu sekali untuk memulihkan kehijauan daun.
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan dalam usaha tani bayam. Selalu pastikan drainase bedengan tetap baik dan lakukan penyiangan gulma secara rutin agar nutrisi tanah tidak direbut oleh tanaman lain. Dengan pengelolaan air yang disiplin, pemupukan berimbang, dan pemantauan rutin, bayam Anda akan kembali tumbuh subur, hijau royo-royo, dan siap dipanen pada umur 20 hingga 30 hari setelah tanam.