Penyebab paling umum adalah kekurangan nitrogen atau unsur hara mikro seperti magnesium dan besi. Tanaman bambu yang kekurangan nitrogen akan menunjukkan daun bagian bawah menguning merata, sedangkan kekurangan magnesium menyebabkan warna kuning di antara tulang daun. Solusinya adalah pemupukan dengan pupuk organik atau NPK seimbang setiap 2-3 bulan sekali, terutama di musim hujan saat pencucian hara tinggi.
Hama seperti kutu daun (Aphididae) dan tungau juga bisa menyebabkan daun menguning. Kutu daun biasanya berada di permukaan bawah daun dan menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Tungau menyebabkan bintik kuning kecil (stippling). Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan atau menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba. Hindari penggunaan pestisida kimia berlebihan agar tidak merusak musuh alami.
Faktor lingkungan seperti genangan air atau kekeringan juga memicu daun menguning. Bambu menyukai drainase baik; genangan menyebabkan akar busuk dan daun kuning. Sebaliknya, kekeringan ekstrem di musim kemarau mengakibatkan daun layu dan menguning. Atur irigasi sesuai kebutuhan, pastikan tanah lembab tetapi tidak tergenang. Mulsa organik dapat membantu menjaga kelembaban tanah.