Pengamatan langsung pada tanaman harus dilakukan setidaknya dua kali seminggu, khususnya pada pagi hari sekitar pukul 07.00. Perhatikan bagian celah pelepah daun untuk mendeteksi keberadaan thrips atau kutu daun. Pada musim kemarau, kebutuhan air tanaman daun bawang meningkat menjadi 1 hingga 2 kali sehari dengan volume sekitar 500 mililiter per rumpun untuk mencegah stres dehidrasi yang memicu daun melengkung abnormal.
Penanganan hama penyebab daun keriting dapat dimulai secara mekanis dan hayati. Pasang perangkap kuning atau biru berperekat sebanyak 2 hingga 3 lembar di area kebun rumah, atau 40 hingga 50 lembar per hektar untuk pertanaman luas. Penyemprotan pestisida nabati berbasis ekstrak daun mimba atau bawang putih dapat dilakukan setiap 3 sampai 5 hari sekali pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga populasi hama terkendali.
Perbaikan nutrisi tanah juga memegang peranan kunci dalam pemulihan tanaman. Berikan kompos matang sebanyak 2 hingga 3 kilogram per meter persegi saat pengolahan tanah, diikuti pemupukan susulan NPK berimbang secara berkala setiap 14 hari sekali. Hindari pemberian pupuk nitrogen dosis tinggi secara berlebihan karena dapat membuat jaringan daun menjadi sangat lunak dan lebih rentan diserang hama pengisap.






