Daun Bawang, Cara Merawat Daun Bawang Agar Subur dan Rimbun
Jean-Paul Wettstein / Pexels

Cara Merawat Daun Bawang Agar Subur dan Rimbun

Merawat daun bawang agar tumbuh subur dan hijau segar membutuhkan penyiraman teratur, pemupukan berkala, serta pembumbunan tanah secara rutin.

Jawaban singkat

Daun bawang (Allium fistulosum) merupakan tanaman sayuran daun yang sangat populer di Indonesia dan dapat dibudidayakan sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Kunci utama keberhasilan merawat tanaman ini terletak pada drainase media tanam yang baik, karena akarnya yang serabut sangat peka terhadap genangan air yang memicu pembusukan. Pada musim hujan, gunakan campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1 agar porositas tanah tetap terjaga dengan baik.

Ringkas: Daun Bawang

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap tanpa genangan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik rutin.

Penyiraman dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari saat musim kemarau, sedangkan pada musim hujan frekuensi disesuaikan agar media tidak terlalu basah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari untuk merangsang proses fotosintesis yang optimal dan mencegah daun menjadi lembek serta pucat.

Pemupukan susulan sangat krusial untuk menjaga ketersediaan hara nitrogen yang mendukung pertumbuhan vegetatif. Berikan pupuk organik cair setiap 7 sampai 10 hari sekali, atau pupuk kandang matang sebanyak 100 gram per pot setiap 3 minggu sekali. Hindari pemberian pupuk berlebih yang belum terkomposkan dengan sempurna karena dapat membakar perakaran muda.

Langkah perawatan penting lainnya adalah pembumbunan atau penimbunan pangkal batang menggunakan tanah humus setiap 2 hingga 3 minggu sekali. Proses ini bertujuan untuk memperkokoh posisi tanaman, merangsang pembentukan anakan baru yang lebih banyak, serta menjaga bagian pangkal batang tetap putih segar dan renyah saat dipanen.

Langkah-langkah

  1. Penyiapan Media Tanam: Gunakan pot berdiameter minimal 20 cm dengan lubang drainase lancar, diisi campuran tanah subur, kompos, dan arang sekam.
  2. Penyiraman Rutin: Siram media tanam 1 kali sehari pada pagi hari, atau 2 kali sehari saat cuaca panas terik untuk menjaga kelembapan moderat.
  3. Pemupukan Susulan: Aplikasikan pupuk organik cair atau pupuk kompos matang secara berkala setiap 2 hingga 3 minggu sekali.
  4. Pembumbunan Batang: Timbun pangkal batang dengan tanah humus secara bertahap setiap 3 minggu untuk memacu pertumbuhan anakan baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama daun bawang bisa dipanen setelah ditanam?

Daun bawang dapat dipanen pertama kali pada umur 60 hingga 75 hari setelah tanam dari biji, atau 30 hingga 40 hari jika ditanam dari anakan atau sisa batang.

Mengapa ujung daun daun bawang saya menguning dan kering?

Hal ini umumnya disebabkan oleh kekurangan air, kelebihan panas matahari tanpa penyiraman memadai, atau kekurangan unsur hara nitrogen.

Bisakah daun bawang ditanam dalam polybag kecil?

Bisa, namun gunakan polybag berukuran minimal 20x20 cm agar perakaran dan pembentukan anakan berjalan maksimal.

Apakah daun bawang perlu dipotong secara berkala?

Ya, memotong daun luar secara rutin merangsang pertumbuhan daun muda baru dan memperbanyak anakan rumpun.

Bagaimana cara mencegah tanaman daun bawang mudah roboh?

Lakukan pembumbunan atau penambahan tanah di sekitar pangkal batang secara teratur setiap 2 hingga 3 minggu sekali.

Lebih lanjut tentang Daun Bawang

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.