Penyiraman tanaman dilakukan secara rutin satu hingga dua kali sehari pada musim kemarau, yaitu pada pagi hari sebelum pukul sembilan atau sore hari setelah pukul empat. Ketika musim hujan tiba, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan tidak ada air yang menggenang di sekitar pangkal batang selama lebih dari 24 jam. Lakukan penyiangan gulma setiap minggu agar nutrisi di dalam tanah tidak direbut oleh rumput liar yang tumbuh di sekitar rumpun daun bawang.
Pemupukan susulan wajib diberikan secara berkala untuk mendukung pembentukan anakan dan hijaunya daun. Berikan pupuk organik cair atau pupuk NPK dengan dosis anjuran setiap 10 hingga 14 hari sekali mulai umur dua minggu setelah tanam hingga menjelang panen. Lakukan pembumbunan, yaitu menimbun pangkal batang dengan tanah gembur di sekitarnya setiap bulan agar batang bawah menjadi putih, bersih, dan tegak kokoh tidak mudah roboh.
Panen daun bawang dapat mulai dilakukan saat tanaman berumur 2 hingga 2,5 bulan setelah tanam, ditandai dengan rumpun yang sudah rimbun dan batang yang cukup besar. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman beserta akarnya atau memotong bagian pangkal batang yang tua dengan pisau tajam steril agar dapat tumbuh kembali tunas baru. Selalu amati kondisi fisik tanaman setiap hari untuk mendeteksi dini serangan hama ulat grayak atau penyakit jamur agar penanganan bisa segera dilakukan.