Fase vegetatif awal dimulai pada umur 10 hingga 14 hari setelah tanam (HST). Pada periode ini, tanaman membutuhkan asupan hara makro seimbang untuk merangsang pembentukan akar dan pembukaan daun baru. Pemupukan susulan pertama diberikan menggunakan pupuk NPK seimbang secara teratur setiap 7 hingga 10 hari sekali. Jika bertanam di musim kemarau, aplikasi lebih efektif dilakukan dengan cara dikocor atau dilarutkan dalam air, sedangkan pada musim hujan disarankan dengan cara ditugal atau ditabur di sekeliling rumpun.
Memasuki fase vegetatif aktif dan pembesaran batang pada umur 25 hingga 40 HST, kebutuhan nitrogen dan kalium meningkat pesat. Aplikasi pemupukan susulan kedua dan ketiga diberikan setiap 10 hingga 14 hari sekali untuk mempertebal ukuran batang serta memperkuat warna hijau daun. Bersamaan dengan pemberian pupuk susulan ini, lakukan pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal batang setinggi 5 hingga 10 sentimeter guna memicu pemanjangan bagian batang berwarna putih yang renyah.
Fase pembesaran akhir berlangsung hingga menjelang panen pada umur 50 hingga 60 HST. Seluruh aktivitas pemupukan sebaiknya dihentikan sekitar 10 hingga 14 hari sebelum pemanenan dilakukan agar tidak menyisakan residu berlebih dan menjaga kualitas kesegaran daun. Pada musim hujan dengan kelembapan tinggi, kombinasikan jadwal pemupukan dengan penyiangan gulma secara rutin untuk mencegah penularan penyakit cendawan seperti tutul ungu pada daun bawang.






