Selain masalah pasokan air, menguningnya daun bawang juga sangat erat kaitannya dengan ketidakseimbangan nutrisi di dalam media tanam. Tanaman daun bawang membutuhkan asupan unsur nitrogen yang cukup tinggi untuk membentuk klorofil dan menjaga kesegaran daun. Pemberian pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per rumpun saat pengolahan tanah awal, serta pemupukan susulan berkala setiap 10 hingga 14 hari sekali, sangat krusial untuk mencegah penguningan akibat defisiensi hara.
Dari sudut pandang perlindungan tanaman, musim kemarau merupakan periode puncak populasi hama hisap seperti thrips (Thrips tabaci) dan kutu daun. Hama thrips merusak sel-sel permukaan daun dengan cara menggaruk dan mengisap cairan sel, meninggalkan bercak keperakan yang lama-kelamaan berubah menjadi kuning kekuningan dan mengering. Pemantauan rutin pada lipatan daun terdalam setidaknya dua kali seminggu sangat penting agar serangan hama ini dapat terdeteksi sebelum merusak seluruh rumpun.
Penyakit jamur seperti trotol atau bercak ungu (Alternaria porri) juga dapat muncul jika penyiraman dilakukan secara berlebihan pada malam hari sehingga daun tetap basah. Untuk mengatasi beragam penyebab ini, petani dan pekebun perlu menerapkan teknik diagnosis diferensial secara cermat sebelum melakukan tindakan korektif. Pendekatan terpadu yang memadukan sanitasi lahan, pengaturan jadwal siram, dan pemupukan berimbang akan memastikan daun bawang tetap hijau segar hingga masa panen tiba pada umur 60 sampai 75 hari setelah tanam.






