Daun Bawang, Daun Daun Bawang Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jean-Paul Wettstein / Pexels

Daun Daun Bawang Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perubahan warna menjadi kuning pada daun bawang saat musim kemarau umumnya disebabkan oleh stres kekeringan, serangan hama thrips, atau kekurangan unsur hara nitrogen.

Jawaban singkat

Menanam daun bawang (Allium fistulosum) pada musim kemarau sering kali dihadapkan pada masalah daun yang mendadak menguning dari bagian ujung. Kondisi iklim kemarau di Indonesia dengan suhu harian mencapai 30 hingga 34 derajat Celsius membuat laju evapotranspirasi meningkat drastis. Jika penyiraman tidak dilakukan secara konsisten sebanyak dua kali sehari (pagi pukul 07.00 dan sore pukul 16.00), tanaman akan mengalami stres hidrasi yang memicu klorosis pada jaringan daun tua.

Ringkas: Daun Bawang

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap tanpa genangan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik rutin.

Selain masalah pasokan air, menguningnya daun bawang juga sangat erat kaitannya dengan ketidakseimbangan nutrisi di dalam media tanam. Tanaman daun bawang membutuhkan asupan unsur nitrogen yang cukup tinggi untuk membentuk klorofil dan menjaga kesegaran daun. Pemberian pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per rumpun saat pengolahan tanah awal, serta pemupukan susulan berkala setiap 10 hingga 14 hari sekali, sangat krusial untuk mencegah penguningan akibat defisiensi hara.

Dari sudut pandang perlindungan tanaman, musim kemarau merupakan periode puncak populasi hama hisap seperti thrips (Thrips tabaci) dan kutu daun. Hama thrips merusak sel-sel permukaan daun dengan cara menggaruk dan mengisap cairan sel, meninggalkan bercak keperakan yang lama-kelamaan berubah menjadi kuning kekuningan dan mengering. Pemantauan rutin pada lipatan daun terdalam setidaknya dua kali seminggu sangat penting agar serangan hama ini dapat terdeteksi sebelum merusak seluruh rumpun.

Penyakit jamur seperti trotol atau bercak ungu (Alternaria porri) juga dapat muncul jika penyiraman dilakukan secara berlebihan pada malam hari sehingga daun tetap basah. Untuk mengatasi beragam penyebab ini, petani dan pekebun perlu menerapkan teknik diagnosis diferensial secara cermat sebelum melakukan tindakan korektif. Pendekatan terpadu yang memadukan sanitasi lahan, pengaturan jadwal siram, dan pemupukan berimbang akan memastikan daun bawang tetap hijau segar hingga masa panen tiba pada umur 60 sampai 75 hari setelah tanam.

Penyebab & Cara Mengatasi

Stres Kekeringan dan Suhu Tinggi

Ciri: Ujung daun menguning dan mengering (tip burn), tekstur daun layu dan agak lembek pada siang hari.

Solusi: Tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi 2 kali sehari pada pagi dan sore, serta tambahkan mulsa organik tebal 3 hingga 5 cm di sekitar pangkal batang.

Serangan Hama Thrips (Thrips tabaci)

Ciri: Terdapat bercak keperakan atau keabu-abuan pada permukaan daun yang kemudian berubah menguning, tampak bintik hitam kecil di seludang daun.

Solusi: Semprotkan pestisida nabati berbahan aktif minyak mimba atau ekstrak bawang putih, serta gunakan perangkap kuning lengket sebanyak 20 sampai 30 buah per hektar.

Kekurangan Unsur Hara Nitrogen

Ciri: Seluruh helai daun tua menguning secara merata mulai dari daun paling bawah, pertumbuhan rumpun kerdil dan lambat.

Solusi: Berikan pemupukan susulan hara nitrogen tinggi sesuai petunjuk, atau kocor dengan pupuk organik cair setiap 7 hari sekali.

Serangan Jamur Bercak Ungu (Alternaria porri)

Ciri: Bercak melekuk berwarna keabu-abuan atau keunguan pada daun, dikelilingi halo berwarna kuning, daun patah atau mengering.

Solusi: Pangkas dan kurangi daun yang terinfeksi, atur jarak tanam minimal 15 x 15 cm agar sirkulasi udara baik, dan hindari menyiram bagian daun pada sore hari.

Langkah-langkah

  1. Periksa kondisi fisik daun dan media tanam secara menyeluruh untuk mengidentifikasi gejala spesifik, apakah akibat hama, penyakit, atau kekurangan air.
  2. Pangkas bagian daun yang sudah menguning atau membusuk menggunakan gunting steril untuk mencegah penularan patogen ke daun sehat.
  3. Sesuaikan jadwal dan intensitas penyiraman, pastikan media tanam lembab namun memiliki drainase yang lancar tanpa genangan.
  4. Aplikasikan pemupukan susulan berimbang atau pemanfaatan agen hayati dan pestisida nabati secara teratur sesuai skala serangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun bawang yang sudah menguning bisa hijau kembali?

Daun yang sudah menguning total dan mengering tidak bisa hijau kembali, namun pemulihan perawatan akan memicu tumbuhnya daun baru yang sehat dan hijau segar.

Berapa kali idealnya menyiram daun bawang saat musim kemarau?

Penyiraman ideal dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari sekitar pukul 16.00 agar kelembaban media tanam terjaga.

Mengapa ujung daun bawang mengering seperti terbakar?

Gejala ujung daun terbakar (tip burn) biasanya disebabkan oleh kombinasi suhu udara yang sangat tinggi, kelembaban udara rendah, serta kekurangan unsur kalsium atau air.

Pupuk apa yang paling bagus untuk mengatasi daun bawang menguning?

Gunakan pupuk yang kaya akan unsur nitrogen dan kalsium, seperti pupuk kompos matang dikombinasikan dengan pemupukan susulan sesuai dosis panduan kemasan atau anjuran penyuluh.

Apakah sinar matahari langsung membuat daun bawang menguning?

Sinar matahari penuh sangat dibutuhkan, tetapi jika tanah kering kerontang tanpa penyiraman yang cukup, paparan terik matahari musim kemarau akan mempercepat daun menguning.

Lebih lanjut tentang Daun Bawang

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.