Selain faktor kekeringan, kemunculan warna kuning pada daun daun bawang sering kali menjadi indikator awal adanya serangan hama ulat pemakan daun atau penggerek daun. Hama ini aktif menyerang pada malam hari dan meninggalkan lubang serta jaringan daun yang menguning di sekitarnya, dengan intensitas serangan yang meningkat pada suhu udara hangat dan kering. Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan mengumpulkan ulat secara manual pada pagi hari, sementara untuk pencegahan jangka panjang, petani menerapkan pergiliran tanaman dengan jenis selain umbi-umbian setiap tiga musim tanam.
Faktor ketiga yang perlu diwaspadai adalah serangan penyakit tular tanah atau jamur patogen yang menyerang sistem perakaran akibat fluktuasi suhu yang tajam antara siang dan malam di musim kemarau. Ketika drainase lahan kurang baik, akar daun bawang mudah membusuk, menghambat distribusi air dan nutrisi ke daun, yang berujung pada gejala kuning menyeluruh. Penanganan masalah ini menuntut pembersihan gulma secara rutin setiap minggu serta pembuatan parit drainase yang dalam di sekeliling bedengan agar air tidak menggenang setelah penyiraman.
Untuk memastikan tanaman daun bawang kembali hijau dan subur, pemberian pupuk susulan berimbang sangat dianjurkan setelah akar pulih dari cekaman lingkungan. Petani biasanya memberikan pupuk organik cair atau kompos matang sebanyak 1 kilogram per meter persegi setiap dua minggu sekali guna memperbaiki struktur tanah dan ketersediaan unsur hara mikro. Selalu periksa label pada kemasan jika hendak menggunakan pengendali kimia, dan konsultasikan dengan petugas penyuluh lapangan setempat di BPP terdekat untuk mendapatkan rekomendasi bahan aktif yang paling tepat.