Pengolahan lahan dilakukan dua minggu sebelum pindah tanam dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan selebar 100 sentimeter serta tinggi 30 sentimeter. Campurkan pupuk kandang sapi atau ayam yang sudah matang sempurna sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar atau sekitar 1 hingga 2 kilogram per lubang tanam pada polibag berukuran minimal 40 sentimeter. Atur jarak tanam ideal 50 x 60 sentimeter agar sirkulasi udara lancar dan penyebaran sinar matahari merata.
Pemeliharaan harian meliputi penyiraman rutin 1 sampai 2 kali sehari pada musim kemarau serta pembersihan gulma secara berkala di sekitar pangkal batang. Pemupukan susulan berupa pupuk organik cair atau pupuk majemuk NPK diberikan pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam untuk mendukung pembentukan krop bunga yang maksimal. Pengamatan hama ulat grayak dan penyakit busuk hitam harus dilakukan setiap 3 hari sekali.
Panen brokoli umumnya dapat dilakukan pada umur 55 hingga 75 hari setelah pindah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan. Ciri krop brokoli siap dipanen adalah massa bunga sudah padat, kompak, dan berukuran maksimal tetapi kuntum bunganya belum mekar berwarna kuning. Potong bagian batang utama sepanjang 5 hingga 10 sentimeter di bawah krop menggunakan pisau tajam pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB untuk mempertahankan kesegarannya.






