Pada musim kemarau, populasi hama kutu daun dan ulat krop berkembang sangat cepat karena suhu udara yang hangat berkisar antara 22 hingga 28 derajat Celsius. Pengamatan rutin wajib dilakukan minimal 2 kali seminggu pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 untuk memeriksa permukaan bawah daun dan titik tumbuh tanaman secara teliti.
Pengendalian hama brokoli memerlukan kombinasi teknik fisik dan hayati, seperti pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 buah per hektar dan penggunaan jaring pelindung seluas bedengan. Pengolahan tanah yang sempurna dengan pembalikan tanah dan pengeringan selama 14 hari sebelum tanam mampu memutus siklus hidup pupa hama yang bersembunyi di dalam tanah.
Ketika populasi hama mulai melewati ambang batas ekonomi, pemanfaatan biopestisida berbasis minyak mimba atau agen hayati Bacillus thuringiensis disemprotkan setiap 5 hingga 7 hari sekali pada sore hari. Langkah pencegahan terpadu ini menjaga kualitas krop brokoli tetap mulus dan bebas dari kotoran hama sebelum dipanen pada umur 60 hingga 75 hari.






