Penyiraman tanaman brokoli harus dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari saat musim kemarau, serta dikurangi ketika intensitas hujan tinggi. Pastikan drainase media tanam berfungsi baik karena genangan air dapat memicu pembusukan akar dan serangan cendawan. Penggunaan mulsa jerami atau plastik hitam perak seluas area bedengan sangat dianjurkan untuk menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta mencegah percikan tanah berdampak pada daun bagian bawah.
Pemupukan susulan diberikan secara berkala pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam menggunakan kombinasi pupuk nitrogen dan kalium tinggi. Berikan pupuk organik cair setiap 7 hari sekali dengan cara dikucurkan ke sekitar pangkal batang untuk mempercepat pembentukan tajuk daun yang rimbun. Kehadiran daun yang sehat dan rindang pada umur 30 sampai 45 hari menjadi kunci utama yang menentukan ukuran krop atau bakal bunga brokoli nantinya.
Saat bakal bunga brokoli mulai muncul di usia 50 hingga 60 hari setelah tanam, lakukan tindakan penutupan krop menggunakan daun-daun tua di sekitarnya yang diikat longgar. Langkah ini bertujuan melindungi bunga dari paparan sinar matahari langsung yang terik dan curahan air hujan agar warna bunga tetap hijau segar serta tidak cepat menguning atau mekar. Panen dapat dilakukan pada umur 60 hingga 75 hari setelah tanam saat krop sudah padat tetapi kuntum bunganya belum terbuka.






