Penyiraman brokoli wajib dilakukan secara rutin dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari selama fase awal pertumbuhan vegetatif dan pembentukan kepala bunga, terutama saat musim kemarau. Pastikan lahan memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang yang dapat memicu kebusukan akar akibat serangan patogen tanah. Saat musim hujan tiba, buatlah parit keliling bedengan setidaknya 30 sentimeter untuk mencegah genangan air hujan.
Pemupukan susulan diberikan secara bertahap menggunakan pupuk organik cair atau kompos tabur setiap sepuluh hari sekali hingga tanaman berusia enam minggu untuk merangsang pertumbuhan daun dan batang yang kokoh. Memasuki usia minggu ketujuh, tambahkan pupuk tinggi kalium untuk mendukung pembesaran krop atau kepala bunga brokoli agar padat dan tidak mudah pecah. Hindari kelebihan nitrogen pada fase generatif karena dapat membuat krop menjadi longgar dan berasa pahit.
Pengendalian gulma dan hama dilakukan secara terpadu dengan cara penyiangan manual seminggu sekali dan pemasangan perangkap kuning untuk menangkap serangga pengisap. Lakukan pemangkasan daun tua di bagian bawah yang mulai menguning untuk melancarkan sirkulasi udara di sekitar pangkal batang. Panen brokoli dilakukan pada pagi hari saat krop sudah mencapai ukuran maksimal namun kuntum bunganya masih rapat dan belum ada yang mekar kuning.