Penyebab paling sering pada musim kemarau adalah ketidakseimbangan pasokan air dan unsur hara penting seperti nitrogen yang mudah tercuci atau sulit diserap akibat media tanam yang terlalu kering. Ketika tanah kurang air, akar brokoli tidak mampu mengangkut nutrisi secara optimal dari dalam tanah ke seluruh jaringan daun, yang berujung pada klorosis atau kerusakan klorofil. Oleh karena itu, pengaturan jadwal penyiraman yang konsisten sebanyak satu hingga dua kali sehari pada pagi atau sore hari menjadi kunci utama dalam menjaga kelembapan mikro di sekitar zona perakaran tanaman brokoli Anda.
Selain faktor lingkungan dan nutrisi, kita juga harus waspada terhadap kehadiran hama pengisap seperti kutu daun atau aphids yang sering berkembang biak sangat cepat di musim kemarau yang kering dan berdebu. Hama ini bergerombol di bawah permukaan daun, mengisap cairan sel tanaman secara masif, dan meninggalkan bekas berupa bercak kuning yang lama-kelamaan membuat seluruh helai daun mengering dan rontok. Pemeriksaan visual secara berkala pada bagian bawah daun setiap tiga hari sekali sangat dianjurkan agar serangan hama dapat dideteksi sejak dini sebelum populasinya meledak di lahan.
Sebagai langkah penanganan yang komprehensif, pastikan Anda memberikan tambahan pupuk organik kaya nitrogen seperti kompos matang atau pupuk kandang terfermentasi di sekitar pangkal batang untuk memperbaiki struktur tanah dan kemampuan mengikat air. Jika gejala kuning terus meluas meskipun penyiraman dan pemupukan sudah dilakukan dengan benar, segera lakukan pencabutan pada tanaman yang terserang parah untuk mencegah penularan patogen. Konsultasikan kondisi tanaman Anda ke petugas penyuluh pertanian lapangan atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan lanjutan yang paling tepat.