Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 20-30 cm, campur pupuk kandang matang 2 kg/m² dan kapur dolomit jika pH <5,5. Buat bedengan lebar 1 m, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 cm. Tanam bibit dengan jarak 25x30 cm, pada sore hari. Beri naungan sementara selama 3-5 hari jika cuaca panas. Mulsa jerami setebal 5 cm membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Perawatan: siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan, terutama saat pembentukan umbi. Beri pupuk susulan NPK 16-16-16 dosis 5 g/tanaman setiap 2 minggu, mulai 2 minggu setelah tanam hingga 2 minggu sebelum panen. Lakukan pembumbunan (timbun pangkal batang) setiap 2 minggu untuk merangsang pembentukan umbi yang besar. Waspada hama: ulat daun (Plutella xylostella) dan kutu daun (Myzus persicae). Gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai wangi, atau konsultasi dengan BPP setempat jika serangan parah.
Panen kol rabi dilakukan saat umbi berdiameter 5-8 cm (sekitar 55-70 hari setelah tanam). Ciri: umbi terlihat menonjol di atas permukaan tanah, kulit masih halus, dan daun masih segar. Potong batang di atas umbi, sisakan tangkai daun 2-3 cm untuk menjaga kesegaran. Simpan di kulkas dalam kantong plastik berlubang; tahan hingga 2 minggu. Hindari panen terlalu tua karena umbi akan berserat dan keras.