Penyiraman tanaman bayam wajib dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari, terutama saat musim kemarau atau ketika fase bibit baru tumbuh. Pada musim hujan, pastikan bedengan atau pot memiliki sistem drainase yang sangat baik agar air tidak menggenang yang dapat memicu kebusukan akar dan pangkal batang. Kebutuhan air yang stabil sangat penting agar daun bayam tetap segar, renyah, dan tidak cepat berbunga sebelum waktunya. Jika tanaman kekurangan air, daun akan terasa lebih keras dan rasanya sedikit pahit saat dikonsumsi.
Pemeliharaan nutrisi dilakukan dengan memberikan pupuk organik kaya nitrogen seperti kompos matang atau pupuk kandang yang sudah diurai sempurna pada saat pengolahan lahan. Untuk bayam cabut, pemupukan susulan dapat diberikan dalam bentuk pupuk cair organik setiap minggu setelah tanaman berumur satu minggu untuk memacu pertumbuhan vegetatif daun. Jika menanam bayam petik, pemangkasan pucuk dapat dilakukan secara berkala setelah tanaman berumur satu bulan guna merangsang keluarnya tunas samping yang lebih banyak sehingga hasil panen menjadi berlipat ganda.
Pengendalian gulma dan hama harus dilakukan secara manual setiap hari untuk menjaga kebersihan area tanam dari rumput liar yang merebut nutrisi. Hama utama yang sering menyerang bayam di iklim tropis adalah ulat pemakan daun dan belalang yang aktif pada musim kemarau basah. Pemanenan bayam cabut dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman hingga akarnya atau memotong pangkal batang untuk bayam petik pada pagi hari agar kesegaran daun tetap terjaga maksimal sebelum dipasarkan atau diolah.