Penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari saat musim kemarau, pagi dan sore, secukupnya hingga tanah lembab. Di musim hujan, kurangi penyiraman atau hentikan jika hujan cukup. Jangan sampai tergenang karena akar mudah busuk. Mulsa jerami atau alang-alang setebal 5–7 cm membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Pemupukan menggunakan pupuk kandang matang (ayam, sapi, atau kambing) sebanyak 10–15 ton per hektar diberikan saat olah tanah. Susulan dengan pupuk organik cair (misal dari fermentasi urine sapi) setiap 2 minggu sekali sejak tanaman berumur 2 minggu hingga panen. Jika perlu pupuk kimia, gunakan NPK 15:15:15 dosis 200–300 kg/ha, aplikasi 2 kali: umur 2 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Konsultasikan dosis tepat dengan penyuluh setempat.
Pemangkasan dilakukan pada cabang yang terlalu rimbun atau daun menguning untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Penyiangan gulma rutin setiap 2 minggu. Hama utama adalah ulat daun dan kutu daun. Kendalikan dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih. Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 3–4 bulan dengan memotong batang 10–15 cm di atas tanah, lalu panen selanjutnya setiap 2–3 bulan.