Cara Merawat Sambiloto Agar Subur

Sambiloto mudah dirawat asal Anda perhatikan penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan secara rutin.

Jawaban singkat

Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tanaman herbal yang populer di Indonesia karena khasiatnya sebagai imunomodulator. Tanaman ini bisa tumbuh sepanjang tahun di dataran rendah hingga 700 mdpl. Agar subur, pastikan tanah gembur, kaya bahan organik, dan pH 5,5–6,5. Siapkan bedengan setinggi 20–30 cm untuk drainase baik, terutama di musim hujan.

Ringkas: Sambiloto

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari)
Penyiraman
Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan; kurangi jika musim hujan
Musim
Musim tanam: Oktober-Maret (musim hujan), bisa sepanjang tahun dengan penyiraman
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tahunan, bisa panen berulang hingga 2-3 tahun. Cocok untuk pemula.

Penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari saat musim kemarau, pagi dan sore, secukupnya hingga tanah lembab. Di musim hujan, kurangi penyiraman atau hentikan jika hujan cukup. Jangan sampai tergenang karena akar mudah busuk. Mulsa jerami atau alang-alang setebal 5–7 cm membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.

Pemupukan menggunakan pupuk kandang matang (ayam, sapi, atau kambing) sebanyak 10–15 ton per hektar diberikan saat olah tanah. Susulan dengan pupuk organik cair (misal dari fermentasi urine sapi) setiap 2 minggu sekali sejak tanaman berumur 2 minggu hingga panen. Jika perlu pupuk kimia, gunakan NPK 15:15:15 dosis 200–300 kg/ha, aplikasi 2 kali: umur 2 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Konsultasikan dosis tepat dengan penyuluh setempat.

Pemangkasan dilakukan pada cabang yang terlalu rimbun atau daun menguning untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Penyiangan gulma rutin setiap 2 minggu. Hama utama adalah ulat daun dan kutu daun. Kendalikan dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih. Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 3–4 bulan dengan memotong batang 10–15 cm di atas tanah, lalu panen selanjutnya setiap 2–3 bulan.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan dengan tanah gembur, pH 5,5–6,5, dan bedengan setinggi 20–30 cm.
  2. Tanam benih atau bibit dengan jarak 40x50 cm, siram 1–2 kali sehari saat kemarau.
  3. Berikan pupuk kandang 10–15 ton/ha saat olah tanah, susulan pupuk organik cair setiap 2 minggu.
  4. Lakukan penyiangan, pemangkasan cabang rimbun, dan kendalikan hama dengan pestisida nabati.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama sambiloto bisa dipanen?

Panen pertama pada umur 3–4 bulan setelah tanam, selanjutnya setiap 2–3 bulan.

Apa penyebab daun sambiloto menguning?

Penyebabnya bisa karena kekurangan nitrogen, kelebihan air, atau serangan hama. Periksa drainase dan beri pupuk organik cair.

Bagaimana cara memperbanyak sambiloto?

Perbanyakan dengan biji atau setek batang. Biji direndam air hangat 1 jam sebelum disemai.

Apakah sambiloto tahan hujan?

Tanaman ini tahan hujan asal drainase baik. Hindari genangan dengan bedengan tinggi.

Bisakah sambiloto ditanam di pot?

Bisa, gunakan pot berdiameter minimal 30 cm dengan lubang drainase dan media tanam subur.

Kapan waktu terbaik menanam sambiloto?

Awal musim hujan atau awal musim kemarau, asal air tersedia cukup.

Lebih lanjut tentang Sambiloto

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.