Penyiraman dilakukan secukupnya; pada musim kemarau siram 2–3 kali seminggu, sedangkan musim hujan tidak perlu disiram kecuali jika tanah sangat kering. Pemupukan menggunakan pupuk kandang atau kompos sebanyak 2–3 kg per pohon setiap 3 bulan sekali. Pada awal tanam, beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50–100 gram per pohon setiap 2 bulan hingga tanaman berumur 1 tahun. Setelah itu, cukup pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.
Pemangkasan penting untuk membentuk tajuk dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Pangkas cabang yang mati, sakit, atau tumbuh ke dalam pada awal musim kemarau. Untuk tanaman yang sudah besar, pangkas ringan setiap 6 bulan agar sinar matahari masuk ke seluruh bagian tanaman. Perbanyakan bisa dilakukan dengan biji atau stek batang. Biji direndam air hangat semalaman sebelum disemai di polybag, sementara stek batang sepanjang 20–30 cm ditanam langsung di media pasir dan kompos.
Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu putih. Untuk mengendalikan, semprotkan larutan bawang putih atau gunakan predator alami seperti kepik. Penyakit seperti busuk akar bisa dicegah dengan drainase baik dan tidak menyiram berlebihan. Panen kayu secang bisa dilakukan setelah tanaman berumur 3–4 tahun dengan memotong batang utama, sedangkan daun dan bunga bisa dipanen setiap musim kemarau. Kayu secang yang baik berwarna merah tua dan keras.