Cara Merawat Jeringau Agar Subur

Jeringau (Acorus calamus) mudah dirawat asal air tercukupi dan sinar matahari pas. Berikut panduan praktisnya untuk pekarangan Indonesia.

Jawaban singkat

Jeringau atau dlingo (Acorus calamus) adalah tanaman rempah akuatik yang tumbuh subur di lahan basah seperti pinggir kolam, sawah, atau pot tanpa lubang drainase. Di Indonesia, jeringau bisa ditanam sepanjang tahun asal air tersedia. Rimpangnya beraroma khas dan digunakan sebagai campuran jamu, insektisida alami, serta bahan ritual.

Ringkas: Jeringau

Cahaya
Matahari penuh hingga naungan ringan; minimal 4-5 jam sinar matahari langsung per hari
Penyiraman
Media harus selalu lembab, siram 1-2 kali sehari; genangan air tidak boleh terlalu lama
Musim
Sepanjang tahun, ideal awal musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, perawatan sederhana asalkan air tercukupi

Untuk merawat jeringau agar subur, pastikan media tanam selalu lembap atau tergenang air setinggi 2-5 cm. Gunakan tanah liat berhumus atau campuran tanah kebun dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh (minimal 6 jam sehari) tetapi masih toleran naungan ringan. Pada musim kemarau, siram setiap pagi dan sore agar media tidak kering.

Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 1-2 genggam per rumpun. Jika ditanam di pot, beri pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5-10 butir per pot setiap 3 bulan. Jangan berlebihan karena jeringau cukup responsif terhadap pupuk. Penyiangan gulma dilakukan rutin agar rimpang tidak terganggu.

Perbanyakan jeringau paling mudah dengan memisahkan anakan atau stek rimpang. Setiap rimpang yang ditanam akan menghasilkan tunas baru dalam 2-4 minggu. Panen rimpang bisa dilakukan setelah 8-12 bulan dengan ciri daun mulai menguning. Gali seluruh rumpun, ambil rimpang tua, dan sisakan anakan untuk ditanam kembali. Simpan rimpang di tempat sejuk dan kering.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan basah atau pot tanpa lubang drainase, isi dengan tanah liat berhumus setinggi 20 cm.
  2. Tanam rimpang jeringau sedalam 5 cm dengan tunas menghadap ke atas, lalu genangi air 2-5 cm.
  3. Letakkan di lokasi terkena sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari.
  4. Siram setiap hari agar air tetap tergenang, beri pupuk kompos setiap 2-3 bulan.
  5. Panen rimpang setelah 8-12 bulan dengan memotong rimpang tua dan menyisakan anakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama jeringau bisa dipanen?

Rimpang jeringau siap panen setelah 8-12 bulan, ditandai daun mulai menguning dan rimpang terasa padat.

Apakah jeringau bisa ditanam di pot?

Bisa, gunakan pot tanpa lubang drainase berdiameter minimal 30 cm dan genangi air setinggi 2-5 cm.

Mengapa daun jeringau saya menguning?

Penyebabnya bisa kekurangan air (media kering) atau kelebihan air (genangan terlalu dalam). Periksa ketinggian air.

Apakah jeringau tahan hama?

Relatif tahan, namun kadang terserang kutu daun. Semprot dengan air sabun atau insektisida nabati dari daun mimba.

Bagaimana cara memperbanyak jeringau?

Paling mudah dengan memisahkan anakan atau stek rimpang yang memiliki minimal 2 ruas.

Apakah jeringau cocok ditanam di musim hujan?

Sangat cocok karena kebutuhan air tinggi. Pastikan drainase baik agar tidak tergenang terlalu dalam.

Lebih lanjut tentang Jeringau

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.