Ulat penggerek rimpang (larva Lepidoptera) biasanya menyerang pada musim kemarau saat rimpang mulai membesar. Ciri serangan: daun menguning, ujung daun kering, dan jika dibelah rimpang terdapat lubang serta kotoran ulat. Pengendalian: lakukan rotasi tanaman dengan padi atau palawija non-rimpang, perbaiki drainase agar tidak terlalu kering, dan aplikasi Beauveria bassiana sesuai petunjuk label. Jika serangan parah, cabut dan bakar tanaman terserang.
Kutu daun (Aphididae) sering muncul di musim hujan pada daun muda. Ciri: koloni kutu berwarna hijau atau hitam di permukaan bawah daun, daun keriting, dan adanya embun madu yang memicu jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air sabun (5 ml sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu, tanam tanaman refugia seperti kenikir atau bunga matahari di sekeliling bedengan, dan hindari pemupukan nitrogen berlebihan.
Hama lain seperti keong mas (Pomacea canaliculata) juga bisa memakan daun jeringau yang ditanam di sawah. Ciri: daun robek tidak beraturan dan adanya lendir. Pengendalian: pasang perangkap keong menggunakan daun pisang atau pelepah kelapa, ambil dan musnahkan keong secara manual setiap pagi, serta jaga ketinggian air tidak lebih dari 5 cm. Jika populasi tinggi, konsultasikan dengan BPP setempat untuk rekomendasi moluskisida yang aman.