Hama pertama adalah ulat penggulung daun (spesies dari genus Lamprosema). Ciri serangan: daun menggulung seperti amplop, terdapat kotoran hitam di dalam gulungan, dan ulat berwarna hijau muda. Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. Pengendalian: kumpulkan dan musnahkan gulungan daun secara manual setiap pagi; semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai wangi jika populasi tinggi (konsultasi dosis dengan BPP setempat).
Hama kedua adalah kutu daun (Aphis gossypii). Ciri: koloni kutu berwarna hitam atau hijau menempel di pucuk dan daun muda, daun mengeriting, dan muncul embun madu yang memicu jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) seminggu sekali; tanam tanaman refugia seperti bunga kenikir di sekitar bedengan untuk menarik musuh alami (kumbang Coccinella).
Hama ketiga adalah nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.). Ciri: tanaman kerdil, daun menguning, dan akar terdapat bintil-bintil kecil seperti manik-manik. Serangan parah menyebabkan tanaman layu di siang hari meski tanah lembap. Pengendalian: lakukan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau jagung minimal 2 tahun; berikan pupuk kandang matang 10-15 ton/ha untuk memperbaiki struktur tanah dan menekan populasi nematoda.