Kutu putih mudah dikenali dari lapisan lilin putih seperti tepung di batang dan bawah daun. Tanaman yang terserang berat akan kerdil dan menghasilkan daun sedikit. Ulat daun biasanya muncul pada malam hari, meninggalkan kotoran hitam di sekitar tanaman. Serangan berat pada fase vegetatif (1-2 bulan setelah tanam) dapat menurunkan produksi daun hingga 40%. Pantau tanaman setiap 2-3 hari sekali, terutama saat musim kemarau.
Pengendalian hama sambiloto harus dilakukan secara terpadu tanpa pestisida kimia untuk menjaga kualitas herbal. Untuk kutu putih, semprotkan air sabun (1 sendok makan sabun cuci piring per liter air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu. Untuk ulat daun, gunakan biopestisida Bacillus thuringiensis (Bti) yang dijual di toko pertanian, aplikasikan pada sore hari setiap 5-7 hari. Jika serangan masih ringan, buang bagian tanaman terserang dan musnahkan.
Pencegahan lebih baik: tanam sambiloto dengan jarak 30x40 cm agar sirkulasi udara baik, dan pasang mulsa plastik hitam perak untuk mengurangi kelembaban yang disukai kutu putih. Rotasi dengan tanaman bukan famili (misal jahe atau kunyit) setiap 2 musim tanam. Jika serangan sudah parah (lebih dari 50% tanaman terserang), segera konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat atau BPP untuk rekomendasi pestisida nabati yang sesuai.