Penyakit Sambiloto: Gejala & Cara Mengobati

Sambiloto rentan terhadap busuk akar dan bercak daun; kenali cirinya dan atasi dengan cara alami.

Jawaban singkat

Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tanaman herbal yang mudah tumbuh di Indonesia, namun tetap bisa terserang penyakit terutama saat musim hujan. Dua penyakit utama yang sering menyerang adalah busuk akar (Rhizoctonia solani) dan bercak daun (Cercospora spp.). Keduanya menyebabkan penurunan kualitas dan hasil panen jika tidak segera ditangani.

Ringkas: Sambiloto

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari)
Penyiraman
Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan; kurangi jika musim hujan
Musim
Musim tanam: Oktober-Maret (musim hujan), bisa sepanjang tahun dengan penyiraman
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tahunan, bisa panen berulang hingga 2-3 tahun. Cocok untuk pemula.

Busuk akar biasanya menyerang saat drainase buruk dan kelembaban tinggi. Gejalanya: daun menguning, layu, batang lembek, dan akar berwarna cokelat kehitaman. Jika tanaman dicabut, akar mudah putus dan berbau. Penyakit ini cepat menyebar ke tanaman lain melalui air dan tanah.

Bercak daun disebabkan oleh jamur Cercospora yang aktif di musim hujan. Ciri-cirinya: bercak bulat kecil berwarna cokelat keabu-abuan dengan tepi ungu pada daun, kemudian meluas dan mengering. Daun gugur sebelum waktunya. Penyakit ini menular melalui percikan air hujan atau alat panen yang tidak steril.

Pengendalian terbaik adalah mencegah dengan drainase baik, jarak tanam 20x20 cm, dan rotasi tanaman. Untuk busuk akar, segera cabut tanaman sakit dan bakar, lalu semprot fungisida berbahan aktif mankozeb atau propineb sesuai label. Untuk bercak daun, gunakan fungisida berbahan aktif tembaga atau azoksistrobin secara bergantian. Konsultasikan dosis ke BPP setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Akar (Rhizoctonia solani)

Ciri: Daun menguning, layu, batang lembek, akar cokelat kehitaman dan berbau busuk.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman sakit; perbaiki drainase; semprot fungisida sesuai label.

Bercak Daun (Cercospora spp.)

Ciri: Bercak cokelat keabu-abuan dengan tepi ungu pada daun, meluas dan menyebabkan daun gugur.

Solusi: Pangkas daun sakit; semprot fungisida tembaga; hindari percikan air hujan.

Langkah-langkah

  1. Periksa tanaman setiap minggu, terutama setelah hujan.
  2. Jika ditemukan gejala, isolasi tanaman sakit dengan mencabut dan membakarnya.
  3. Perbaiki drainase bedengan agar tidak tergenang.
  4. Semprot fungisida sesuai rekomendasi BPP setempat, ulangi setiap 7-10 hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama penyakit sambiloto?

Penyebab utama adalah jamur Rhizoctonia solani (busuk akar) dan Cercospora spp. (bercak daun).

Bagaimana cara membedakan busuk akar dan bercak daun?

Busuk akar menyerang akar dan batang bawah, menyebabkan layu dan bau busuk. Bercak daun hanya pada daun, berupa bercak dengan tepi ungu.

Apakah penyakit sambiloto bisa menular ke tanaman lain?

Ya, terutama melalui air, tanah, dan alat pertanian. Jamur dapat bertahan di tanah.

Kapan waktu terbaik menanam sambiloto untuk menghindari penyakit?

Awal musim kemarau (April-Mei) agar tanaman tidak terlalu lembab saat pertumbuhan.

Apakah ada cara alami mengobati penyakit sambiloto?

Bisa menggunakan fungisida nabati dari ekstrak bawang putih atau serai, namun efektivitasnya terbatas. Lebih baik cegah dengan drainase baik.

Apa yang harus dilakukan jika tanaman sudah terlanjur sakit parah?

Segera cabut dan bakar semua tanaman sakit, lalu biarkan lahan kosong selama 2 minggu sebelum menanam lagi.

Lebih lanjut tentang Sambiloto

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.