Penyakit Jeringau: Gejala & Cara Mengobati

Penyakit pada jeringau umumnya disebabkan oleh jamur dan bakteri yang menyerang rimpang dan daun, terutama saat musim hujan atau drainase buruk.

Jawaban singkat

Jeringau (Acorus calamus) merupakan tanaman rempah obat yang banyak ditanam di pekarangan atau lahan basah. Meski relatif tahan, jeringau rentan terhadap penyakit busuk rimpang dan bercak daun, terutama saat musim hujan atau drainase lahan kurang baik. Gejala awal sering terlewat karena tanaman tumbuh di air atau tanah lembap.

Ringkas: Jeringau

Cahaya
Matahari penuh hingga naungan ringan; minimal 4-5 jam sinar matahari langsung per hari
Penyiraman
Media harus selalu lembab, siram 1-2 kali sehari; genangan air tidak boleh terlalu lama
Musim
Sepanjang tahun, ideal awal musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, perawatan sederhana asalkan air tercukupi

Penyakit utama yang sering menyerang jeringau adalah busuk rimpang (Rhizoctonia solani dan Pythium spp.) dan bercak daun (Colletotrichum spp.). Busuk rimpang menyebabkan rimpang lunak, berair, dan berbau busuk, lalu daun menguning dan layu. Bercak daun ditandai bercak coklat kehitaman pada helai daun yang meluas dan mengering.

Pencegahan lebih efektif daripada pengobatan. Pastikan drainase lahan baik, jangan terlalu becek. Gunakan rimpang sehat sebagai bibit, dan rotasi tanaman dengan palawija atau sayuran daun. Saat musim hujan, kurangi genangan air dengan membuat saluran drainase atau guludan. Jika tanaman terinfeksi, segera cabut dan bakar tanaman sakit, lalu semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label.

Pemupukan berimbang juga penting untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Gunakan pupuk kandang matang 2-3 kg per meter persegi setiap 3 bulan, ditambah pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 10-15 gram per tanaman setiap 2 bulan. Jangan memupuk N berlebihan karena memicu serangan jamur. Panen rimpang setelah 8-12 bulan, cuci bersih, dan jemur hingga kering untuk mengurangi risiko busuk pascapanen.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Rimpang (Rhizoctonia solani / Pythium spp.)

Ciri: Rimpang lunak, berair, berbau busuk; daun menguning, layu, akhirnya mati. Sering muncul saat drainase buruk atau musim hujan berkepanjangan.

Solusi: Perbaiki drainase, tanam di bedengan, cabut tanaman sakit, semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label, rotasi tanaman 2-3 musim.

Bercak Daun (Colletotrichum spp.)

Ciri: Bercak coklat kehitaman pada daun, bentuk tidak beraturan, tepi kuning, meluas dan daun mengering. Muncul saat kelembaban tinggi, jarak tanam rapat.

Solusi: Atur jarak tanam 30x30 cm, pangkas daun tua, semprot fungisida berbahan aktif mankozeb atau propineb sesuai label, hindari penyiraman dari atas.

Langkah-langkah

  1. Periksa drainase lahan: pastikan tidak ada genangan air, buat saluran drainase atau tanam di bedengan setinggi 20-30 cm.
  2. Pilih bibit rimpang sehat: rimpang keras, tidak berlendir, bebas bercak, rendam dalam larutan fungisida nabati (misal ekstrak bawang putih 10%) selama 15 menit sebelum tanam.
  3. Lakukan sanitasi: bersihkan gulma dan sisa tanaman sakit, jaga kelembaban tidak lebih dari 80% dengan mengurangi naungan jika perlu.
  4. Pantau gejala awal setiap minggu: jika ditemukan busuk rimpang, cabut dan bakar, lalu semprot fungisida tembaga pada lubang tanam. Untuk bercak daun, pangkas daun terserang dan semprot fungisida mankozeb setiap 7-10 hari sesuai label.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama penyakit jeringau?

Penyebab utama adalah jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp. yang menyebabkan busuk rimpang, serta Colletotrichum spp. yang menyebabkan bercak daun. Faktor pemicu adalah drainase buruk dan kelembaban tinggi.

Bagaimana cara membedakan busuk rimpang dengan serangan hama?

Busuk rimpang ditandai rimpang lunak, berair, dan berbau busuk, sedangkan serangan hama seperti ulat atau kutu biasanya meninggalkan lubang gerekan atau bercak kering tanpa bau busuk.

Apakah jeringau bisa ditanam di musim hujan?

Bisa, tetapi risiko penyakit lebih tinggi. Pastikan drainase sangat baik, gunakan bedengan tinggi, dan kurangi jarak tanam agar sirkulasi udara lancar. Jika memungkinkan, tanam di awal musim kemarau.

Bagaimana cara mengobati jeringau yang sudah terkena penyakit?

Segera cabut dan bakar tanaman yang sakit parah. Untuk tanaman yang masih ringan, potong bagian yang terinfeksi, lalu semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Ulangi seminggu sekali hingga gejala hilang.

Apakah ada pestisida alami untuk penyakit jeringau?

Ya, ekstrak bawang putih 10% (10 siung bawang putih dihaluskan, direndam 1 liter air semalam, disaring) dapat disemprotkan setiap 3 hari untuk mengendalikan jamur. Namun, untuk infeksi berat, fungisida kimia lebih efektif.

Kapan waktu panen jeringau yang baik?

Panen setelah 8-12 bulan, saat daun mulai menguning dan rimpang terisi penuh. Panen saat musim kemarau untuk mengurangi risiko busuk pascapanen. Cuci bersih dan jemur hingga kering.

Lebih lanjut tentang Jeringau

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.