Memasuki umur 30 hingga 60 hari setelah tanam, jahe membutuhkan dorongan unsur hara Nitrogen yang tinggi untuk memicu pembentukan daun dan batang semu. Berikan pupuk susulan pertama berupa pupuk kaya Nitrogen seperti pupuk hayati atau kompos cair setiap 2 minggu sekali, atau pupuk anorganik tunggal/majemuk makro sebanyak 5 hingga 10 gram per tanaman. Lakukan pembumbunan tipis setinggi 3 sampai 5 cm bersamaan dengan pemupukan ini agar pangkalan batang tertutup tanah dan merangsang anakan baru.
Pada umur 90 hingga 150 hari, tanaman berada pada puncak pembentukan anakan dan pemicuan rimpang. Pada fase ini, alihkan fokus hara ke keseimbangan Nitrogen dan Fosfor serta Kalium dengan frekuensi pemupukan setiap 30 hari sekali. Aplikasikan pupuk kompos lanjutan sebanyak 500 gram per tanaman serta pupuk makro berunsur P dan K tinggi sebanyak 10 hingga 15 gram per tanaman, diikuti pembumbunan kedua setinggi 5 hingga 10 cm untuk menutupi calon rimpang dari paparan sinar matahari langsung.
Saat memasuki bulan ke-6 hingga ke-8 yang biasanya bertepatan dengan transisi ke musim kemarau, jahe menghentikan pertumbuhan daun dan fokus menyalurkan energi ke pembesaran rimpang. Hentikan pemberian pupuk Nitrogen tinggi dan berikan pupuk dengan kandungan Kalium tinggi sebanyak 15 gram per tanaman setiap 4 minggu sekali hingga umur 8 bulan. Penyiraman tetap dijaga 2 sampai 3 hari sekali jika cuaca kering, lalu hentikan seluruh pemupukan pada bulan ke-9 menjelang panen saat daun mulai menguning alami.






