Hama utama yang sering menyerang bagian atas tanaman adalah ulat penggerek batang dan kutu daun. Ulat penggerek masuk ke dalam batang semu dan membuat lorong, sementara kutu daun menghisap cairan foliar hingga daun menggulung. Pengendalian secara mekanis seperti pemotongan 3 sampai 5 sentimeter bagian batang yang terinfeksi harus segera dilakukan sebelum larva berpindah menuju bagian rimpang.
Pada bagian bawah tanah, lalat rimpang menjadi musuh utama yang meletakkan telurnya di dekat pangkal batang. Larva yang menetas akan menggerogoti rimpang jahe berumur 4 hingga 8 bulan hingga membusuk dan berlubang. Sanitasi lahan serta pengolahan tanah secara memadai dengan pembalikan tanah sedalam 20 sentimeter mampu menekan populasi kepompong hama yang bersembunyi di dalam media tanam.
Menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan langkah paling bijak bagi petani jahe rumahan maupun skala komersial. Aplikasi pestisida nabati seperti ekstrak mimba dapat disemprotkan rutin setiap 7 hingga 10 hari sekali sebagai tindakan pencegahan. Jika populasi hama sudah melampaui ambang kendali, konsultasikan penggunaan bahan kimia dengan petugas Balai Penyuluhan Pertanian setempat.






