Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar ketersediaan air mencukupi. Cangkul tanah sedalam 30 cm, buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antarbedengan 40 cm untuk kelancaran saluran drainase. Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 1-1,5 kg per meter persegi ke dalam media tanah, lalu tanam bibit bertunas dengan jarak tanam 30x30 cm pada kedalaman 5-7 cm.
Pemeliharaan jahe mencakup penyiraman, penyiangan, dan pembumbunan tanah yang teratur. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari saat musim kemarau dan dikurangi saat musim hujan agar lahan tidak tergenang. Lakukan pembumbunan tanah sebanyak 3-4 kali selama masa tanam, yaitu pada umur 2, 4, 6, dan 8 bulan, bersamaan dengan penyiangan gulma dan pemberian pupuk susulan organik untuk menutup rimpang yang muncul ke permukaan.
Pemanenan jahe dilakukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk jahe konsumsi atau bumbu dapur, panen dapat dilakukan pada umur 8-10 bulan, sedangkan untuk bibit dipanen pada umur 10-12 bulan saat daun mulai menguning dan mengering alami. Gali rimpang secara perlahan menggunakan garu tanah agar rimpang tidak terluka, bersihkan dari sisa tanah, lalu angin-anginkan di tempat teduh sebelum disimpan.






