Pemupukan susulan berkala sangat menentukan bobot dan kualitas rimpang jahe. Pada umur 1 hingga 3 bulan setelah tanam (fase vegetatif), berikan pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 200 hingga 300 gram per rumpun setiap 30 hari sekali untuk memicu pertumbuhan batang dan daun. Memasuki umur 4 bulan ke atas (fase pembesaran rimpang), tambahkan pupuk organik kaya kalium dan fosfor seperti abu gergaji atau kasgot untuk mempertebal rimpang.
Pembumbunan atau penimbunan tanah di sekitar pangkal batang merupakan kunci utama merawat jahe agar rimpangnya melimpah. Lakukan pembumbunan setiap 3 hingga 4 minggu sekali dengan menambahkan campuran tanah humik dan kompos setinggi 3 sampai 5 cm mengelilingi rumpun. Proses ini mencegah rimpang muncul ke permukaan tanah yang dapat menyebabkannya mengeras, berwarna hijau, dan berhenti berkembang akibat terpapar sinar matahari langsung.
Penyiangan gulma dan sanitasi kebun harus dilakukan secara konsisten minimal 2 minggu sekali dalam radius 30 cm dari rumpun tanaman. Gulma yang dibiarkan tumbuh akan merebut nutrisi hara dan menjadi sarang hama ulat pemakan daun atau pembawa bakteri layu. Potong juga daun-daun jahe bagian bawah yang sudah kuning atau kering untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap optimal.






