Jahe, Cara Merawat Jahe Agar Subur dan Rimpang Melimpah
Engin Akyurt / Pexels

Cara Merawat Jahe Agar Subur dan Rimpang Melimpah

Perawatan jahe yang tepat meliputi pengaturan air, pemupukan susulan, dan pembumbunan rutin untuk menghasilkan rimpang berukuran besar dan bebas penyakit.

Jawaban singkat

Penyiraman jahe harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan kondisi iklim tropis. Pada musim kemarau, siram tanaman 1 hingga 2 kali sehari di pagi dan sore hari dengan volume sekitar 500 ml sampai 1 liter air per rumpun, pastikan tanah tetap lembap namun tidak becek. Memasuki musim hujan, penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan sama sekali, namun drainase media tanam harus dipastikan lancar agar air tidak menggenang di sekitar area perakaran.

Ringkas: Jahe

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram sekali sehari saat tidak hujan, pastikan media tidak tergenang
Musim
Mulai ditanam pada awal musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pekarangan rumah sempit dengan sistem polikultur.

Pemupukan susulan berkala sangat menentukan bobot dan kualitas rimpang jahe. Pada umur 1 hingga 3 bulan setelah tanam (fase vegetatif), berikan pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 200 hingga 300 gram per rumpun setiap 30 hari sekali untuk memicu pertumbuhan batang dan daun. Memasuki umur 4 bulan ke atas (fase pembesaran rimpang), tambahkan pupuk organik kaya kalium dan fosfor seperti abu gergaji atau kasgot untuk mempertebal rimpang.

Pembumbunan atau penimbunan tanah di sekitar pangkal batang merupakan kunci utama merawat jahe agar rimpangnya melimpah. Lakukan pembumbunan setiap 3 hingga 4 minggu sekali dengan menambahkan campuran tanah humik dan kompos setinggi 3 sampai 5 cm mengelilingi rumpun. Proses ini mencegah rimpang muncul ke permukaan tanah yang dapat menyebabkannya mengeras, berwarna hijau, dan berhenti berkembang akibat terpapar sinar matahari langsung.

Penyiangan gulma dan sanitasi kebun harus dilakukan secara konsisten minimal 2 minggu sekali dalam radius 30 cm dari rumpun tanaman. Gulma yang dibiarkan tumbuh akan merebut nutrisi hara dan menjadi sarang hama ulat pemakan daun atau pembawa bakteri layu. Potong juga daun-daun jahe bagian bawah yang sudah kuning atau kering untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap optimal.

Langkah-langkah

  1. Atur jadwal penyiraman 1-2 kali sehari saat kemarau dan hentikan saat hujan deras agar tanah lembap tanpa tergenang.
  2. Lakukan pembumbunan tanah setinggi 3-5 cm di sekeliling pangkal batang setiap bulan sekali.
  3. Berikan pupuk organik susulan berupa kompos matang atau pupuk kandang secara berkala setiap 30 hari.
  4. Bersihkan gulma di sekitar piringan tanaman dan pangkas daun tua yang menguning secara rutin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik mulai melakukan pembumbunan jahe?

Pembumbunan pertama dilakukan saat jahe berumur 1,5 sampai 2 bulan setelah tanam, atau ketika rimpang muda mulai terlihat menyembul di atas permukaan tanah.

Apakah tanaman jahe butuh naungan atau sinar matahari penuh?

Jahe tumbuh optimal pada pencahayaan sinar matahari penuh (6-8 jam sehari). Pada fase pembibitan awal, naungan tipis (20-30%) bisa digunakan, namun saat tumbuh dewasa jahe memerlukan sinar matahari cukup agar rimpang berkembang maksimal.

Mengapa rimpang jahe berwarna hijau dan rasanya agak pahit?

Rimpang menjadi hijau karena terpapar sinar matahari langsung akibat terlambat disiram atau kurang dibumbun. Lakukan penimbunan tanah kembali untuk menutupi rimpang tersebut.

Berapa lama jahe bisa dipanen sejak awal penanaman?

Jahe untuk bumbu/jahe muda bisa dipanen pada umur 6-8 bulan, sedangkan untuk jahe tua (tua/rimpang padat untuk benih atau jamu) dipanen pada umur 9-12 bulan saat daun mulai menguning dan mengering alami.

Lebih lanjut tentang Jahe

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.