Pemupukan susulan wajib diberikan secara berkala setiap bulan menggunakan pupuk organik matang seperti kompos atau pupuk kandang terfermentasi sebanyak satu genggam per rumpun. Taburkan pupuk di sekitar perakaran tanaman tanpa mengenai pangkal batang, lalu tutup tipis dengan tanah gembur. Memasuki bulan ketiga hingga keempat, lakukan pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal rumpun setiap tiga minggu sekali. Pembumbunan ini krusial untuk menutup rimpang yang mulai keluar ke permukaan tanah agar tidak terpapar matahari langsung dan ukurannya bisa berkembang maksimal.
Penyiangan gulma atau rumput liar harus dilakukan secara manual setiap dua minggu sekali agar tidak menjadi pesaing dalam memperebutkan unsur hara dan air. Selain itu, gulma yang dibiarkan menumpuk sering kali menjadi sarang bagi hama pengisap daun dan kutu kebul. Bersihkan pula daun-daun jahe bagian bawah yang mulai menguning atau menunjukkan gejala terserang bercak daun guna mencegah penularan patogen ke daun-daun sehat di sekitarnya. Sirkulasi udara yang baik di sekitar rumpun akan menjaga kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Pemanenan jahe biasanya dapat dilakukan ketika tanaman berumur delapan hingga sepuluh bulan untuk jahe emprit dan jahe merah, atau sepuluh hingga dua belas bulan untuk jahe gajah. Ciri fisik tanaman siap panen adalah daun dan batang mulai menguning, mengering, serta rebah secara alami karena proses fisiologis tanaman telah sempurna. Lakukan pembongkaran rimpang pada pagi hari yang cerah menggunakan garpu tanah secara hati-hati agar kulit rimpang tidak terluka, kemudian bersihkan dari sisa tanah dan angin-anginkan di tempat teduh sebelum disimpan.