Penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari pada musim kemarau (pagi dan sore), dan cukup 1 kali sehari saat musim hujan (pagi). Jangan sampai tergenang karena akar mudah busuk. Sinar matahari langsung 4–6 jam per hari optimal, namun bisa juga di tempat teduh (50% naungan) di daerah panas. Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang matang 2–3 minggu sebelum tanam sebanyak 1–2 kg/m².
Pemupukan susulan diberikan setiap 2 minggu setelah tanam dengan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5 gram per tanaman (atau setara 1 sendok teh) dilarutkan dalam 1 liter air, disiramkan ke pangkal batang. Alternatif organik: siram dengan air cucian beras fermentasi atau pupuk kandang cair. Penjarangan dilakukan saat bibit berumur 2–3 minggu, sisakan jarak tanam 10–15 cm antar tanaman.
Panen daun ketumbar bisa dimulai saat tanaman berumur 30–40 hari setelah tanam, dengan cara memotong daun bagian bawah. Biji dipanen setelah 90–110 hari, saat buah berubah warna dari hijau menjadi coklat kekuningan. Untuk mempertahankan kesuburan, lakukan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau sayuran daun lainnya setiap 2 musim tanam. Hindari menanam ketumbar di lahan bekas tanaman sefamili (Apiaceae) seperti wortel atau seledri.