Kutu daun biasanya mengelompok di pucuk dan daun muda, mengeluarkan embun madu yang memicu pertumbuhan jamur jelaga. Ciri khasnya: daun menguning dan keriting, serta ada semut yang berkerumun. Ulat grayak menyerang daun dengan meninggalkan lubang tidak beraturan dan kotoran hitam. Thrips menyebabkan daun berwarna keperakan atau kecokelatan, terutama pada cuaca kering. Untuk memastikan jenis hama, periksa bagian bawah daun menggunakan kaca pembesar pada pagi hari.
Pengendalian dimulai dengan rotasi tanaman (jangan menanam ketumbar di lahan bekas kubis atau tomat) dan penggunaan mulsa plastik perak untuk mengurangi populasi thrips. Semprotkan ekstrak bawang putih (5 siung/liter air, diamkan semalam) setiap 5-7 hari saat awal serangan. Untuk ulat, aplikasikan Bacillus thuringiensis (B.t.) sesuai dosis pada label. Hindari insektisida kimia spektrum luas yang membunuh musuh alami seperti kumbang koksi dan laba-laba.
Jika serangan sudah parah (misal >30% tanaman rusak), segera cabut dan bakar tanaman terserang untuk mencegah penyebaran. Tanam tanaman refugia seperti kenikir atau bunga matahari di pinggir lahan sebagai habitat musuh alami. Penyiraman rutin pada pagi hari (2-3 hari sekali) dapat menekan populasi thrips. Selalu gunakan benih sehat dan pastikan drainase baik agar tanaman tidak stres.