Penyakit Ketumbar: Gejala & Cara Mengobati

Ketumbar rentan terhadap beberapa penyakit yang bisa merusak daun dan batang, terutama saat musim hujan. Kenali gejalanya sejak dini agar panen tetap optimal.

Jawaban singkat

Tanaman ketumbar (Coriandrum sativum) di Indonesia sering terserang penyakit pada musim hujan (November–Maret) karena kelembaban tinggi. Dua penyakit utama adalah bercak daun (Alternaria) dan embun tepung (Erysiphe). Gejala awal sering terlewat, padahal jika dibiarkan bisa menyebabkan gagal panen. Berikut diagnosis dan penanganannya.

Ringkas: Ketumbar

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Siram 1-2 kali sehari, jaga tanah lembab tidak tergenang
Musim
Awal musim hujan (Okt-Nov) atau awal kemarau (Mar-Apr)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Panen daun rutin memperpanjang masa produksi

Bercak daun Alternaria muncul sebagai bercak coklat kehitaman dengan lingkaran konsentris pada daun, lalu menyebar ke batang dan tangkai daun. Penyakit ini menyukai suhu 20–30°C dan kelembaban >90%. Jika tidak ditangani, daun mengering dan rontok. Embun tepung ditandai tepung putih halus pada permukaan daun, kemudian daun menguning dan keriting. Penyakit ini lebih sering saat peralihan musim kemarau ke hujan (September–Oktober).

Untuk mencegah, tanam ketumbar di bedengan tinggi agar drainase baik, jarak tanam 15–20 cm untuk sirkulasi udara. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau umbi selama 2 musim. Hindari penyiraman sore hari. Jika gejala muncul, segera potong bagian terserang dan bakar. Semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga sesuai label, atau gunakan fungisida organik dari ekstrak bawang putih (10 siung/liter air, semprot 3 hari sekali).

Pemupukan berimbang penting: gunakan pupuk kandang 10 ton/ha saat olah tanah, dan NPK 15-15-15 200 kg/ha pada umur 2 minggu. Pantau kelembaban lahan; jika hujan terus, kurangi frekuensi penyiraman. Segera konsultasi ke BPP setempat jika serangan meluas atau setelah perlakuan 1 minggu tidak ada perbaikan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bercak Daun Alternaria (Alternaria dauci)

Ciri: Bercak coklat kehitaman dengan lingkaran konsentris pada daun, dimulai dari daun tua. Daun mengering dan rontok.

Solusi: Potong daun terserang dan bakar. Tingkatkan jarak tanam menjadi 20 cm. Semprot fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga sesuai label, ulangi 7 hari sekali hingga gejala hilang.

Embun Tepung (Erysiphe polygoni)

Ciri: Tepung putih halus seperti bedak pada permukaan daun, daun menguning dan keriting. Muncul saat peralihan musim.

Solusi: Semprot larutan susu skim (1:10) atau fungisida belerang. Jaga kelembaban dengan tidak menyiram daun. Pangkas bagian terserang.

Langkah-langkah

  1. Periksa tanaman setiap 3 hari, terutama saat musim hujan. Perhatikan daun dan batang.
  2. Jika menemukan bercak atau tepung putih, segera isolasi tanaman terserang dengan membuang bagian yang sakit ke dalam kantong plastik tertutup.
  3. Aplikasikan fungisida organik atau kimia sesuai label. Misalnya, untuk bercak daun gunakan mankozeb, untuk embun tepung gunakan belerang. Semprot pagi hari.
  4. Setelah panen, bersihkan sisa tanaman dan jangan ditumpuk di lahan. Lakukan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau jagung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ketumbar bisa ditanam di musim hujan?

Bisa, tetapi risiko penyakit tinggi. Tanam di bedengan tinggi dan gunakan mulsa. Kurangi penyiraman dan pantau kelembaban.

Bagaimana membedakan bercak daun Alternaria dengan penyakit lain?

Bercak Alternaria memiliki lingkaran konsentris seperti target, sedangkan bercak bakteri tidak beraturan dan mengeluarkan lendir saat ditekan.

Apakah fungisida organik efektif untuk embun tepung?

Ya, larutan susu skim 10% atau ekstrak bawang putih cukup efektif untuk serangan ringan. Untuk serangan berat, kombinasikan dengan fungisida belerang.

Berapa lama ketumbar bisa dipanen setelah terkena penyakit?

Jika penyakit ringan dan segera ditangani, panen bisa dilakukan 30–40 hari setelah tanam. Jika parah, segera cabut dan tanam ulang di lokasi berbeda.

Apakah ketumbar yang terkena penyakit aman dikonsumsi?

Daun yang terserat bercak atau tepung sebaiknya tidak dikonsumsi. Buang bagian sakit, bagian sehat masih aman jika dicuci bersih.

Bisakah ketumbar ditanam di pot dan terkena penyakit?

Ya, terutama jika pot terlalu rapat dan lembab. Pastikan pot berlubang drainase, jarak antar pot, dan jangan terlalu sering disiram.

Lebih lanjut tentang Ketumbar

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.