Bercak daun Alternaria muncul sebagai bercak coklat kehitaman dengan lingkaran konsentris pada daun, lalu menyebar ke batang dan tangkai daun. Penyakit ini menyukai suhu 20–30°C dan kelembaban >90%. Jika tidak ditangani, daun mengering dan rontok. Embun tepung ditandai tepung putih halus pada permukaan daun, kemudian daun menguning dan keriting. Penyakit ini lebih sering saat peralihan musim kemarau ke hujan (September–Oktober).
Untuk mencegah, tanam ketumbar di bedengan tinggi agar drainase baik, jarak tanam 15–20 cm untuk sirkulasi udara. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau umbi selama 2 musim. Hindari penyiraman sore hari. Jika gejala muncul, segera potong bagian terserang dan bakar. Semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga sesuai label, atau gunakan fungisida organik dari ekstrak bawang putih (10 siung/liter air, semprot 3 hari sekali).
Pemupukan berimbang penting: gunakan pupuk kandang 10 ton/ha saat olah tanah, dan NPK 15-15-15 200 kg/ha pada umur 2 minggu. Pantau kelembaban lahan; jika hujan terus, kurangi frekuensi penyiraman. Segera konsultasi ke BPP setempat jika serangan meluas atau setelah perlakuan 1 minggu tidak ada perbaikan.