Penularan penyakit ini umumnya terjadi melalui kontak langsung antara akar tanaman sehat dengan akar tanaman yang terinfeksi atau sisa tunggul kayu tua di dalam tanah. Tanaman teh yang terserang akan menunjukkan gejala awal berupa daun yang kehilangan kesegaran, berubah warna menjadi kekuningan, layu secara perlahan, hingga akhirnya seluruh tanaman mengering dan mati. Kehadiran berbagai jenis jamur akar membutuhkan diagnosis diferensial yang cermat agar tindakan penanganan yang diambil tepat sasaran.
Pengendalian penyakit busuk akar menuntut tindakan sanitasi yang ketat dan tidak bisa ditunda. Langkah awal yang sangat krusial adalah membongkar tanaman yang terinfeksi berat beserta seluruh sistem perakarannya hingga kedalaman 60-80 cm. Selanjutnya, pembuatan parit isolasi selebar 40 cm dan sedalam 100 cm di sekeliling area terinfeksi sangat diperlukan untuk memutus rantai penularan ke barisan tanaman teh yang masih sehat di sekitarnya.
Untuk pemulihan lahan secara berkelanjutan, berikan kapur pertanian sebanyak 300-500 gram per lubang bekas bongkaran guna menaikkan pH tanah, lalu biarkan lubang tersebut terbuka selama 6 hingga 12 bulan. Pengayaan tanah dengan bahan organik terdekomposisi sempurna sebanyak 10-15 kg per lubang yang diperkaya agens hayati antagonism sangat dianjurkan sebelum melakukan penanaman ulang (penyulaman) bibit teh baru yang sehat.






