Teh Busuk Akar: Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk akar pada teh sering terjadi di musim hujan akibat jamur patogen tular tanah; kenali penyebabnya agar penanganan tepat.

Jawaban singkat

Busuk akar teh (Camellia sinensis) adalah penyakit serius yang umum muncul saat musim hujan di Indonesia, terutama di perkebunan dataran tinggi dengan drainase buruk. Gejala awal berupa daun menguning, layu, dan pertumbuhan terhambat. Jika akar diperiksa, akan terlihat berwarna coklat kehitaman, lunak, dan berbau. Penyebab utama adalah jamur tular tanah seperti Ganoderma spp., Armillaria spp., atau Pythium spp. Diagnosis tepat diperlukan karena setiap patogen memerlukan strategi pengendalian berbeda.

Ringkas: Teh

Cahaya
Sinar matahari penuh hingga teduh parsial dengan bantuan pohon pelindung
Penyiraman
Tinggi, membutuhkan curah hujan merata sepanjang tahun tanpa genangan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman tahunan yang memerlukan kesabaran tinggi pada fase awal pertumbuhan hingga siap petik.

Penyebab pertama adalah jamur Ganoderma spp., yang sering menyerang tanaman teh tua (di atas 10 tahun) pada lahan dengan drainase buruk. Ciri khasnya: akar bagian pangkal berwarna coklat gelap, terdapat rizomorf putih di permukaan akar, dan tubuh buah (konk) seperti kipas tumbuh di pangkal batang. Jamur ini menyebar melalui kontak akar dengan sisa tanaman terinfeksi. Solusinya: sanitasi lahan dengan membongkar dan membakar tanaman sakit, memperbaiki drainase, dan menanam varietas tahan (misal GMB 7).

Penyebab kedua adalah jamur Armillaria spp., yang juga menyerang teh dewasa. Ciri pembeda: akar memiliki miselium putih seperti kipas di bawah kulit akar, dan di malam hari dapat ditemukan jamur berwarna madu (honey mushroom) di pangkal batang. Patogen ini bertahan lama di tunggul kayu. Pengendalian meliputi eradikasi sisa akar, drainase, dan aplikasi Trichoderma spp. sebagai agen hayati. Hindari menanam teh di lahan bekas hutan yang baru dibuka tanpa pengolahan tanah intensif.

Penyebab ketiga adalah jamur Pythium spp., yang lebih sering menyerang bibit teh di persemaian atau tanaman muda (1-2 tahun) saat musim hujan dengan kelembaban tinggi. Ciri khas: akar menjadi bening seperti basah, lembek, dan mudah putus; tidak ada miselium atau tubuh buah. Penyakit ini menyebar cepat melalui air irigasi atau percikan hujan. Solusinya: gunakan media tanam steril, atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik, kurangi penyiraman berlebih, dan aplikasi fungisida berbahan aktif metalaksil atau fosetil-Al sesuai dosis anjuran. Konsultasi dengan penyuluh BPP setempat untuk rekomendasi fungisida spesifik.

Penyebab & Cara Mengatasi

Jamur Ganoderma spp.

Ciri: Akar pangkal coklat gelap, rizomorf putih, tubuh buah seperti kipas di pangkal batang. Tanaman teh tua (>10 tahun) dengan drainase buruk.

Solusi: Bongkar dan bakar tanaman sakit, perbaiki drainase, tanam varietas tahan (GMB 7), aplikasi Trichoderma spp. pada lubang tanam.

Jamur Armillaria spp.

Ciri: Miselium putih seperti kipas di bawah kulit akar, jamur madu di pangkal batang malam hari. Bertahan di tunggul kayu.

Solusi: Eradikasi sisa akar dan tunggul, drainase, aplikasi Trichoderma spp. Hindari menanam di lahan bekas hutan tanpa olah tanah intensif.

Jamur Pythium spp.

Ciri: Akar bening, lembek, mudah putus, tanpa miselium atau tubuh buah. Serang bibit dan tanaman muda (1-2 tahun) di musim hujan.

Solusi: Media tanam steril, jarak tanam renggang, kurangi penyiraman, aplikasi fungisida metalaksil atau fosetil-Al sesuai label. Konsultasi dengan penyuluh.

Langkah-langkah

  1. Lakukan diagnosis dengan menggali akar tanaman sakit dan amati warna, tekstur, serta ada/tidaknya miselium atau tubuh buah.
  2. Perbaiki drainase dengan membuat saluran air sedalam 50-70 cm di sekeliling tanaman untuk mengurangi genangan saat musim hujan.
  3. Lakukan sanitasi: bongkar tanaman sakit beserta akarnya, kumpulkan, dan bakar jauh dari areal perkebunan.
  4. Aplikasi agen hayati seperti Trichoderma spp. (1 kg per 100 liter air) ke lubang tanam baru atau sekitar akar tanaman tersisa, ulangi setiap 3 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan busuk akar Ganoderma dan Armillaria?

Ganoderma memiliki tubuh buah seperti kipas di pangkal batang dan rizomorf putih di permukaan akar, sedangkan Armillaria memiliki miselium putih seperti kipas di bawah kulit akar dan jamur madu di malam hari.

Bisakah busuk akar teh disembuhkan?

Pada tanaman dewasa yang terinfeksi berat, sulit disembuhkan. Lebih baik bongkar dan bakar. Pencegahan dengan drainase dan agen hayati lebih efektif.

Kapan waktu terbaik aplikasi Trichoderma?

Saat awal musim hujan (Oktober-November) dan setelah sanitasi. Aplikasi ke lubang tanam atau sekitar akar dengan dosis 1 kg/100 L air per 100 tanaman.

Apakah Pythium menyerang teh dewasa?

Umumnya hanya pada bibit dan tanaman muda (1-2 tahun). Teh dewasa jarang terserang kecuali kondisi sangat lembab dan drainase buruk.

Bagaimana cara membuat drainase yang baik di kebun teh?

Buat saluran drainase sedalam 50-70 cm dengan jarak antar saluran 10-15 meter, arahkan ke sungai atau selokan. Pastikan tidak ada genangan air lebih dari 24 jam setelah hujan.

Apa varietas teh tahan busuk akar?

Varietas GMB 7, TRI 2025, dan beberapa klon lokal seperti Gambung 4 memiliki ketahanan lebih baik terhadap Ganoderma dan Armillaria. Konsultasi dengan BPP setempat untuk rekomendasi varietas lokal.

Lebih lanjut tentang Teh

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.