Teh, Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Teh
Mitchell Henderson / Pexels

Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Teh

Pengendalian hama tanaman teh memerlukan diagnosis tepat terhadap gejala kerusakan pada pucuk dan daun muda agar produksi pucuk peko tetap optimal sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Tanaman teh (Camellia sinensis) di Indonesia sering menghadapi serangan hama yang berfluktuasi antara musim hujan dan musim kemarau. Di perkebunan dataran tinggi mulai dari ketinggian 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut, pemantauan rutin sebanyak 2 kali seminggu pada area pemetikan sangat penting untuk membedakan jenis hama penghisap dan ulat pemakan daun.

Ringkas: Teh

Cahaya
Sinar matahari penuh hingga teduh parsial dengan bantuan pohon pelindung
Penyiraman
Tinggi, membutuhkan curah hujan merata sepanjang tahun tanpa genangan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman tahunan yang memerlukan kesabaran tinggi pada fase awal pertumbuhan hingga siap petik.

Pada musim hujan dengan kelembapan udara di atas 80 persen, hama kepik Helopeltis sp. menjadi ancaman utama yang merusak pucuk muda peko 1 hingga peko 3. Serangan hama ini ditandai dengan bintik cokelat kehitaman yang meluas hingga pucuk mengering, sehingga berpotensi menurunkan hasil panen pucuk segar hingga 40 persen jika tidak ditangani dalam rentang 7 hari.

Memasuki musim kemarau dengan intensitas cahaya matahari tinggi dan suhu udara meningkat di atas 25 derajat Celsius, tungau merah (Oligonychus coffeae) dan wereng hijau (Empoasca sp.) cenderung merajalela. Daun tua dan daun muda yang terserang tungau akan berubah warna menjadi kemerahan kusam dan gugur lebih cepat, sedangkan wereng membuat tepi daun melengkung ke bawah dan mengering seperti terbakar.

Strategi pengendalian hama teh yang bijak menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan memprioritaskan sanitasi kebun, pangkasan berkala setiap 3 sampai 4 tahun, serta pemanfaatan musuh alami seperti predator Sycanus sp. Jika penggunaan pestisida diperlukan, gunakan secara bijaksana sesuai petunjuk BPP setempat dengan masa tenggang pemetikan minimal 14 hari sebelum panen.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kepik Penghisap Teh (Helopeltis sp.)

Ciri: Terdapat bercak cekung melingkar berwarna cokelat kehitaman pada pucuk peko dan daun muda, pucuk layu lalu mengering.

Solusi: Melakukan pemetikan konstan hingga pucuk habis, pemangkasan bagian terserang, serta pelepasan predator alami Sycanus collaris.

Tungau Merah (Oligonychus coffeae)

Ciri: Perubahan warna daun dari hijau menjadi cokelat kemerahan atau tembaga, dimulai dari permukaan atas daun dekat tulang daun, daun menjadi kaku dan mudah gugur.

Solusi: Semprotkan air bercampur sabun pertanian atau minyak mimba pada permukaan atas daun, serta pangkas peneduh yang terlalu rimbun agar sirkulasi udara lancar.

Wereng Hijau Teh (Empoasca sp.)

Ciri: Tepi daun muda menggulung ke bawah, memuning, lalu mengering dari pinggir menyerupai gejala terbakar.

Solusi: Pangkas tunas air yang terlalu lebat, kendalikan gulma inang di sekitar piringan tanaman, dan pasang perangkap kuning berperekat.

Ulat Penggulung Daun (Homona coffearia)

Ciri: Daun-daun muda terikat menjadi satu oleh benang sutra halus, terdapat ulat kecil di dalam gulungan yang memakan jaringan daun hingga tersisa tulang daun.

Solusi: Petik dan musnahkan gulungan daun secara manual saat pemetikan rutin, lalu aplikasikan agens hayati Bacillus thuringiensis.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan berkala atau sensus hama pada 20 tanaman contoh per hektar setiap seminggu sekali untuk mengetahui tingkat populasi hama.
  2. Petik pucuk terserang Helopeltis secara bersih hingga ke bagian kayu lunak untuk memutus siklus hidup dan sumber makanan hama.
  3. Atur intensitas naungan pohon pelindung hingga 20 sampai 30 persen agar sinar matahari cukup dan kelembapan mikro di dalam tajuk teh berkurang.
  4. Aplikasikan pestisida nabati atau agens hayati sesuai rekomendasi teknis bila tingkat kerusakan melebihi ambang ekonomi, dengan memperhatikan waktu tenggang panen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama pucuk teh menjadi hitam dan mengering?

Penyebab utamanya adalah serangan kepik Helopeltis sp. yang menusuk dan menghisap cairan sel pucuk muda serta menyuntikkan racun yang membunuh jaringan tanaman.

Bagaimana cara membedakan serangan tungau dan serangan kekurangan hara pada teh?

Serangan tungau ditandai warna keperakan atau merah tembaga pada permukaan daun tua disertai daun kaku dan gugur, sedangkan kekurangan hara biasanya berupa pola kekuningan yang merata antar tulang daun tanpa membuat daun gugur mendadak.

Kapan waktu terbaik melakukan penyemprotan bahan hayati untuk hama teh?

Waktu terbaik adalah pada pagi hari sebelum jam 09.00 atau sore hari setelah jam 15.00 saat sinar matahari tidak terlalu terik agar mikroorganisme hayati tidak rusak oleh sinar ultraviolet.

Apakah pohon pelindung di kebun teh bisa memicu hama?

Pohon pelindung yang terlalu rimbun meningkatkan kelembapan udara yang disukai kepik Helopeltis dan ulat, sedangkan naungan yang terlalu terbuka memicu perkembangan tungau merah.

Berapa lama jarak aman memetik teh setelah penyemprotan bahan kimia?

Secara umum jarak aman berkisar antara 7 hingga 14 hari tergantung jenis bahan yang digunakan. Selalu konsultasikan dengan label kemasan atau petugas penyuluh setempat.

Lebih lanjut tentang Teh

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.