Pada musim hujan dengan kelembapan udara di atas 80 persen, hama kepik Helopeltis sp. menjadi ancaman utama yang merusak pucuk muda peko 1 hingga peko 3. Serangan hama ini ditandai dengan bintik cokelat kehitaman yang meluas hingga pucuk mengering, sehingga berpotensi menurunkan hasil panen pucuk segar hingga 40 persen jika tidak ditangani dalam rentang 7 hari.
Memasuki musim kemarau dengan intensitas cahaya matahari tinggi dan suhu udara meningkat di atas 25 derajat Celsius, tungau merah (Oligonychus coffeae) dan wereng hijau (Empoasca sp.) cenderung merajalela. Daun tua dan daun muda yang terserang tungau akan berubah warna menjadi kemerahan kusam dan gugur lebih cepat, sedangkan wereng membuat tepi daun melengkung ke bawah dan mengering seperti terbakar.
Strategi pengendalian hama teh yang bijak menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan memprioritaskan sanitasi kebun, pangkasan berkala setiap 3 sampai 4 tahun, serta pemanfaatan musuh alami seperti predator Sycanus sp. Jika penggunaan pestisida diperlukan, gunakan secara bijaksana sesuai petunjuk BPP setempat dengan masa tenggang pemetikan minimal 14 hari sebelum panen.





