Persiapan lahan dimulai dengan pembukaan tanah dan pengolahan sedalam 30 hingga 40 sentimeter untuk menggemburkan tanah masif, diikuti dengan pembuatan terasering jika lahan miring guna mencegah pencucian hara. Dua bulan sebelum penanaman bibit, buatlah lubang tanam berukuran 40x40x40 sentimeter dan berikan pupuk kandang matang sebanyak 3 hingga 5 kilogram per lubang agar ketersediaan bahan organik tercukupi sempurna bagi perakaran muda.
Bibit teh berkualitas diperoleh melalui metode vegetatif seperti stek pucuk berumur 6 sampai 9 bulan di pembibitan yang telah memiliki 3 hingga 4 helai daun sehat. Pindahkan bibit ke lapang pada awal musim penghujan agar tanaman memiliki waktu adaptasi yang cukup tanpa stres kekeringan, dengan jarak tanam ideal antar barisan 120 sentimeter dan jarak dalam barisan 60 sentimeter untuk memastikan sirkulasi udara optimal.
Pemeliharaan rutin meliputi penyiangan gulma secara manual setiap sebulan sekali di sekitar piringan tanaman, pemupukan susunan organik dan anorganik sesuai fase pertumbuhan setiap 3 hingga 4 bulan sekali, serta pemangkasan bentuk pada tahun ketiga untuk merangsang pertumbuhan pucuk samping. Panen perdana atau pengetikan pucuk pertama (peko dan dua daun muda) umumnya dapat mulai dilakukan ketika tanaman berumur 3 hingga 5 tahun dengan interval petik 7 hingga 14 hari sekali.