Pada fase pemeliharaan tanaman menghasilkan, waktu aplikasi pupuk yang paling ideal adalah pada awal musim hujan atau menjelang akhir musim kemarau ketika kelembapan tanah mulai mencukupi proses pelarutan hara. Dosis pupuk nitrogen diberikan lebih tinggi karena unsur ini sangat vital untuk pertumbuhan vegetatif daun teh. Setiap pokok tanaman teh membutuhkan kuantitas hara yang disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah setempat dan target hasil panen, yang biasanya berkisar antara 100 hingga 200 gram per pohon per tahun untuk pupuk tunggal atau NPK majemuk yang disebar melingkar mengikuti proyeksi tajuk tanaman.
Selain pemupukan anorganik, penambahan bahan organik atau pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per pohon sangat dianjurkan sekali dalam setahun pada awal musim hujan. Bahan organik ini berfungsi krusial untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta menjaga kelembapan tanah di sekitar perakaran tanaman teh yang menyukai kondisi tanah masam dengan pH optimal antara 4,5 hingga 5,5. Pembuatan lubang kecil atau parit melingkar di bawah naungan kanopi daun sangat membantu efektivitas penyerapan pupuk oleh akar serabut teh dan mengurangi risiko penguapan hara ke udara.
Petani teh juga perlu mewaspadai gejala defisiensi hara di lapangan, seperti menguningnya daun tua akibat kekurangan nitrogen atau klorosis pada daun muda karena kekurangan unsur mikro seperti magnesium atau besi. Apabila ditemukan gejala tersebut, segera lakukan evaluasi tingkat keasaman tanah dan sesuaikan frekuensi pemupukan susulan. Dengan manajemen pemupukan yang konsisten, tanaman teh akan terus menghasilkan pucuk berkualitas tinggi yang siap dipetik setiap dua minggu sekali secara berkesinambungan sepanjang tahun.