Pemangkasan teh dilakukan dua kali setahun: pemangkasan bentuk (pruning) pada awal musim hujan (Oktober-November) untuk meremajakan tanaman, dan pemangkasan petik (pemetikan) setiap 7-10 hari sekali pada musim produksi (Maret-Oktober). Pemangkasan bentuk memotong cabang-cabang tua setinggi 40-50 cm dari permukaan tanah, sedangkan pemetikan hanya mengambil pucuk peko (dua daun dan satu tunas) untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
Pemupukan teh dilakukan secara bertahap. Gunakan pupuk organik (5-10 ton/ha) setahun sekali pada awal musim hujan. Pupuk anorganik diberikan setiap 3-4 bulan dengan dosis N 100-150 kg/ha, P 30-50 kg/ha, dan K 50-80 kg/ha per tahun, disesuaikan dengan umur tanaman dan hasil analisis tanah. Aplikasi pupuk ditabur di sekitar pangkal batang lalu ditutup tipis tanah. Hindari pemupukan saat tanah kering atau hujan deras.
Pengairan teh perlu diperhatikan terutama di musim kemarau (Juni-September). Lakukan irigasi tetes atau alur setiap 7-10 hari jika curah hujan kurang dari 100 mm/bulan. Penyiangan gulma dilakukan manual atau herbisida selektif setiap 1-2 bulan. Pengendalian hama seperti tungau, kutu daun, dan ulat dilakukan dengan pemantauan rutin dan penggunaan pestisida nabati atau kimia sesuai rekomendasi BPP setempat.