Pemupukan berimbang sangat menentukan kesinambungan produksi pucuk teh. Berikan pupuk organik berupa kompos yang telah matang sempurna sebanyak 10 hingga 15 kg per tanaman, diberikan dua kali sehari dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Selain itu, tambahkan pupuk anorganik kaya unsur hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium sebanyak 3 hingga 4 kali setahun dengan metode alur melingkar sejauh 30 cm dari pangkal batang.
Pengelolaan pemetikan pucuk harus dijadwalkan secara disiplin setiap 7 hingga 14 hari sekali. Petiklah dengan rumus petik halus, yaitu memetik satu kuncup peko bersama dua daun muda teratas. Cara ini tidak hanya menjaga mutu olahan teh tetap prima, tetapi juga menjaga metabolisme dan kesehatan tajuk tanaman agar terus terangsang memproduksi tunas baru.
Penyiangan gulma di sekitar piringan tanaman dilakukan secara manual setiap 1 hingga 2 bulan sekali agar tidak terjadi perebutan nutrisi tanah. Pohon naungan seperti Sengon atau Dadap perlu dipangkas dahan-dahannya menjelang musim hujan tinggi agar intensitas cahaya matahari tetap masuk sekitar 60 persen dan mencegah tingkat kelembapan berlebih yang memicu jamur.





