Penyakit cacar daun teh yang disebabkan oleh infeksi jamur Exobasidium vexans adalah ancaman utama yang menyerang daun-daun muda dan pucuk peko. Gejala awalnya ditandai dengan bintik tembus pandang yang berubah menjadi bercekung di permukaan atas dan tertutup lapisan putih seperti tepung di bagian bawah. Infeksi berat dapat menyebabkan pucuk teh gagal berkembang, mengering, dan gugur sebelum waktunya, sehingga menurunkan kuantitas hasil panen secara signifikan dalam waktu singkat.
Selain cacar daun, penyakit busuk akar dan kanker batang juga sering ditemukan di lahan teh yang memiliki drainase buruk dan tergenang air saat hujan lebat. Jamur patogen tular tanah menyerang sistem perakaran secara perlahan, menyebabkan daun-daun teh menguning kusam, layu serempak, dan akhirnya tanaman mati kering secara mendadak. Kondisi tanah yang padat dan asam tanpa pengelolaan bahan organik yang memadai akan memperparah keparahan serangan penyakit akar ini di lapangan.
Langkah pengendalian terpadu harus segera diterapkan dengan memadukan sanitasi kebun, pengaturan naungan, dan pemangkasan pemeliharaan secara rutin. Pembersihan gulma dan pemangkasan cabang yang terlalu rimbun akan meningkatkan sirkulasi udara serta penembusan cahaya matahari ke dalam kanopi tanaman, sehingga kelembapan mikro dapat ditekan. Jika ditemukan gejala serangan yang masif, lakukan pemangkasan bagian yang sakit dan konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan lanjutan yang aman.