Penyebab paling umum di lahan kering adalah stres kelembapan tanah, di mana debit air siraman atau curah hujan turun di bawah 100 mm per bulan. Pada kondisi ini, penyerapan unsur hara Nitrogen dan Besi terhenti, sehingga daun bagian bawah mengalami klorosis tajam. Penyiraman alur sebanyak 1 hingga 2 kali seminggu saat fase vegetatif awal sangat krusial untuk menjaga tekanan turgor sel tanaman.
Selain faktor lingkungan, berkurangnya klorofil ini bisa disebabkan oleh infeksi Sugarcane Yellow Leaf Virus (ScYLV) atau serangan hama uret perusak akar di dalam tanah. Uret menggerogoti perakaran pada kedalaman 10 sampai 20 cm, membuat tebu layu dan menguning dari daun tua hingga muda meski tanah di permukaan terlihat cukup basah.
Untuk mengatasinya, perbaiki tata kelola lahan dengan mengaplikasikan mulsa serasah daun tebu kering setebal 5 hingga 10 cm di atas guludan guna menahan penguapan air tanah. Kombinasikan langkah ini dengan pembumbunan tanah dan pemupukan susulan NPK berimbang sebelum musim kemarau ekstrem tiba.





