Tebu, Penyakit Tebu: Gejala dan Cara Mengobati
Franco Folini / BY-SA

Penyakit Tebu: Gejala dan Cara Mengobati

Penanganan penyakit tebu pada musim hujan memerlukan diagnosis tepat berdasarkan gejala khas pada daun dan batang agar rendemen gula tidak merosot tajam.

Jawaban singkat

Memasuki musim hujan dengan curah di atas 200 mm per bulan, kelembapan mikro di lahan tebu meningkat drastis dan menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan patogen jamur maupun bakteri. Penyakit tebu yang tidak ditangani dengan cepat pada fase vegetatif dapat menurunkan tonase tebu hingga 30 persen dan merusak kualitas nira hasil giling. Pengamatan rutin secara visual menjadi kunci utama dalam mendeteksi gejala awal infeksi sebelum meluas ke seluruh areal perkebunan.

Ringkas: Tebu

Cahaya
Cahaya penuh minimal 8 jam per hari.
Penyiraman
Butuh air cukup, terutama 3 bulan pertama. Penyiraman rutin setiap 10-14 hari di musim kemarau.
Musim
Sepanjang tahun, awal musim hujan (Okt-Des) dianjurkan.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan lahan luas dan perawatan intensif; cocok untuk daerah dataran rendah hingga 500 mdpl.

Pada tanaman tebu berumur 3 hingga 7 bulan antara bulan November hingga Maret, tajuk tanaman mulai menutup rapat dengan jarak tanam 115 hingga 135 cm. Kondisi tajuk yang rimbun dan tertutup ini sering kali menyembunyikan serangan penyakit seperti Pokkahbong atau bercak daun. Pembusukan pucuk dan kerusakan helai daun akan mengganggu proses fotosintesis, sehingga pembentukan sukrosa pada batang tebu menjadi terhambat secara signifikan.

Pengelolaan kebun yang sehat dimulai dari pembuatan saluran drainase yang memadai, seperti got keliling dan got malang dengan kedalaman 50 hingga 60 cm untuk mencegah air menggenang lebih dari 24 jam. Selain menjaga sanitasi lahan, pemberian pupuk Nitrogen perlu dibatasi sesuai dosis anjuran sekitar 300 hingga 400 kg Urea per hektar agar jaringan batang tidak terlalu sukulen dan mudah ditembus oleh spora jamur maupun serangan bakteri.

Pengendalian penyakit terpadu harus memadukan penggunaan varietas tahan, pemusnahan tanaman sakit (roguing) secara berkala setiap 14 hari, dan aplikasi agen hayati sejak awal tanam. Jika tingkat serangan di lapangan telah melampaui ambang batas 5 persen dari total populasi, tindakan korektif dengan bahan pelindung tanaman yang direkomendasikan dapat diterapkan sesuai petunjuk teknis setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Penyakit Pokkahbong (Fusarium moniliforme)

Ciri: Daun muda terpilin, memendek, melipat, dan terdapat bercak klorotis yang membusuk berwarna cokelat tua di pangkal daun.

Solusi: Lakukan pangkas sanitasi pada bagian yang membusuk, perbaiki sirkulasi udara dengan perempelan daun tua, dan aplikasikan fungsida sesuai saran penyuluh setempat.

Penyakit Luka Api (Sporisorium scitamineum)

Ciri: Keluar struktur menyerupai cambuk berwarna hitam berdebu dari titik tumbuh pucuk tebu.

Solusi: Lakukan eradikasi atau roguing total dengan membungkus tanaman sakit memakai plastik sebelum dicabut lalu dibakar di luar kebun.

Penyakit Bercak Daun Cokelat (Cercospora / Bipolaris)

Ciri: Bercak kecokelatan berbentuk lonjong dengan tepi merah keunguan pada helai daun tua.

Solusi: Kurangi kelembapan tajuk dengan perempelan daun kering dan seimbangkan pemupukan unsur Kalium untuk meningkatkan ketahanan sel daun.

Penyakit Blendok / Gumming (Xanthomonas albilineans)

Ciri: Garis-garis putih kecokelatan memanjang searah tulang daun, serta keluar lendir bakteri saat potongan batang dipijat.

Solusi: Gunakan bibit sehat hasil perlakuan air panas, sterilkan alat tebang dengan disinfektan, dan musnahkan rumpun yang terinfeksi berat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan visual pada helai daun, pucuk, dan penampang batang tebu secara berkala setiap 14 hari sekali.
  2. Tandai dan musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit mematikan seperti luka api atau pembusukan titik tumbuh.
  3. Bersihkan saluran drainase got malang dan got keliling agar air hujan segera mengalir keluar dari areal pertanaman.
  4. Konsultasikan dengan penyuluh atau petugas BPP untuk pemanfaatan agens hayati Trichoderma atau aplikasi bahan pelindung tanaman jika serangan meluas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama penyakit Pokkahbong sering mengganas di musim hujan?

Kelembapan udara yang tinggi serta percikan air hujan mempercepat penyebaran spora jamur Fusarium ke pucuk daun muda tebu.

Apakah tanaman tebu yang terkena penyakit luka api masih bisa dipertahankan?

Tidak, tanaman yang terinfeksi luka api harus segera dibongkar dan dibakar agar spora hitam tidak menyebar meluas ke rumpun tebu sehat sekitarnya.

Bagaimana cara membedakan serangan jamur dan bakteri pada daun tebu?

Infeksi jamur biasanya membentuk bercak kering berbatas tegas, sedangkan infeksi bakteri sering menunjukkan garis kebasahan atau keluar lendir saat batang dipotong dan ditekan.

Varietas tebu apa yang lebih tahan terhadap serangan penyakit di musim hujan?

Varietas unggul seperti PS 864, PS 881, atau KK umumnya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap beberapa penyakit utama dibanding varietas lokal tua.

Apakah pemupukan berlebih bisa memicu munculnya penyakit tebu?

Ya, pemberian pupuk Nitrogen yang berlebihan membuat jaringan tanaman tebu menjadi terlalu sukulen dan lunak, sehingga sangat disukai dan mudah ditembus patogen.

Lebih lanjut tentang Tebu

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.