Pada tanaman tebu berumur 3 hingga 7 bulan antara bulan November hingga Maret, tajuk tanaman mulai menutup rapat dengan jarak tanam 115 hingga 135 cm. Kondisi tajuk yang rimbun dan tertutup ini sering kali menyembunyikan serangan penyakit seperti Pokkahbong atau bercak daun. Pembusukan pucuk dan kerusakan helai daun akan mengganggu proses fotosintesis, sehingga pembentukan sukrosa pada batang tebu menjadi terhambat secara signifikan.
Pengelolaan kebun yang sehat dimulai dari pembuatan saluran drainase yang memadai, seperti got keliling dan got malang dengan kedalaman 50 hingga 60 cm untuk mencegah air menggenang lebih dari 24 jam. Selain menjaga sanitasi lahan, pemberian pupuk Nitrogen perlu dibatasi sesuai dosis anjuran sekitar 300 hingga 400 kg Urea per hektar agar jaringan batang tidak terlalu sukulen dan mudah ditembus oleh spora jamur maupun serangan bakteri.
Pengendalian penyakit terpadu harus memadukan penggunaan varietas tahan, pemusnahan tanaman sakit (roguing) secara berkala setiap 14 hari, dan aplikasi agen hayati sejak awal tanam. Jika tingkat serangan di lapangan telah melampaui ambang batas 5 persen dari total populasi, tindakan korektif dengan bahan pelindung tanaman yang direkomendasikan dapat diterapkan sesuai petunjuk teknis setempat.





