Tebu, Panduan Diagnosis dan Pengendalian Hama Tebu Utama di Perkebunan
Franco Folini / BY-SA

Panduan Diagnosis dan Pengendalian Hama Tebu Utama di Perkebunan

Identifikasi tepat jenis hama tebu dan terapkan strategi pengendalian terpadu untuk menjaga rendemen serta produktivitas panen Anda.

Jawaban singkat

Budidaya tebu di Indonesia kerap menghadapi ancaman hama yang dapat menurunkan hasil panen hingga 30 persen dan merusak kualitas rendemen gula. Pada fase vegetatif awal umur 1 sampai 4 bulan, kondisi iklim tropis yang lembap saat transisi musim kemarau ke musim hujan memicu perkembangan berbagai organisme pengganggu tumbuhan. Petani perlu memahami jenis hama tebu yang menyerang agar tindakan penanganan tepat sasaran dan hemat biaya.

Ringkas: Tebu

Cahaya
Cahaya penuh minimal 8 jam per hari.
Penyiraman
Butuh air cukup, terutama 3 bulan pertama. Penyiraman rutin setiap 10-14 hari di musim kemarau.
Musim
Sepanjang tahun, awal musim hujan (Okt-Des) dianjurkan.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan lahan luas dan perawatan intensif; cocok untuk daerah dataran rendah hingga 500 mdpl.

Hama penggerek pucuk dan penggerek batang menjadi musuh utama pada fase pertumbuhan aktif tebu. Serangan penggerek pucuk biasanya memuncak pada umur tanaman 2 sampai 3 bulan di musim hujan, ditandai dengan matinya titik tumbuh pucuk. Sementara itu, penggerek batang menyerang ruas-ruas tebu sepanjang tahun, menyebabkan batang berlubang, mudah patah saat tertiup angin kencang, serta menurunkan kadar sukrosa hingga 15 persen.

Pada bagian bawah tanah, hama uret atau lindi menjadi ancaman serius pada lahan berpasir saat awal musim hujan bulan Oktober hingga Desember. Larva uret menggerek akar utama tebu hingga tanaman layu dan mudah dicabut. Di sisi lain, saat musim kemarau panjang, populasi kutu putih meledak di bawah pelepah daun tebu, menghasilkan embun jelaga yang menghambat proses fotosintesis daun secara signifikan.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus diterapkan secara disiplin melalui kombinasi kultur teknis, hayati, dan mekanis. Lakukan monitoring kebun minimal 1 kali seminggu pada 100 sampel batang secara acak. Pelepasan parasitoid telur Trichogramma sebanyak 100.000 ekor per hektar setiap minggu selama 4 kali berturut-turut terbukti efektif menekan populasi penggerek tanpa merusak ekosistem kebun.

Penyebab & Cara Mengatasi

Penggerek Pucuk Tebu (Scirpophaga excerptalis)

Ciri: Pucuk daun mati mengering (dead heart), terdapat deretan lubang melintang pada daun muda, serta timbul tunas samping seperti kipas.

Solusi: Pangkas dan bakar pucuk yang terinfeksi, lepas parasitoid Trichogramma, serta atur waktu tanam serempak di awal musim.

Penggerek Batang Tebu (Chilo auricilius)

Ciri: Terdapat lubang masuk larva di ruas batang dengan serbuk kotoran cokelat merah, batang terasa berongga dan mudah patah.

Solusi: Lepas lalat parasit Lixophaga diaphana, kupas pelepah kering secara berkala, dan musnahkan sisa tanaman yang terinfeksi setelah panen.

Uret / Lindi (Lepidiota hispida)

Ciri: Tanaman tebu mendadak layu dan menguning dari daun bawah, tanaman sangat mudah dicabut karena akar habis digerek larva di dalam tanah.

Solusi: Lakukan olah tanah sempurna saat pengolahan lahan, taburkan jamur Beauveria bassiana ke tanah, dan pasang perangkap lampu saat kumbang dewasa keluar di awal musim hujan.

Kutu Putih Tebu (Saccharicoccus sacchari)

Ciri: Terdapat koloni benang putih seperti kapas di bawah pelepah dan ruas batang tebu, permukaan daun tertutup lapisan embun jelaga hitam.

Solusi: Lepas pelepah tua (kelekan) umur 4 dan 6 bulan, semprot agen hayati Beauveria bassiana pada area terinfeksi, dan jaga kebersihan saluran drainase.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan kebun secara rutin setiap 7 hari sekali dengan memeriksa 10 sampel tanaman pada 5 titik acak.
  2. Laksanakan kegiatan pelepasan pelepah kering (kelek) pada umur tanaman 4, 6, dan 8 bulan untuk mengurangi kelembapan dan tempat sembunyi hama.
  3. Lepas parasitoid telur Trichogramma spp. dosis 100.000 ekor per hektar sebanyak 4-6 kali interval seminggu sejak ditemukannya kelompok telur penggerek.
  4. Lakukan pembumbunan tanah dan pembersihan gulma pada umur 1 hingga 3 bulan untuk merusak sarang uret dan menjaga sirkulasi udara kebun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membedakan serangan penggerek pucuk dan penggerek batang pada tebu?

Penggerek pucuk menyerang titik tumbuh atas sehingga memicu pucuk mati mengering dan daun berlubang melintang. Penggerek batang menyerang ruas-ruas batang pertengahan hingga bawah yang ditandai lubang masukan bercak kotoran larva dan batang berongga.

Musim apa yang paling rawan bagi tanaman tebu terserang hama uret?

Awal musim hujan (Oktober-Desember) adalah masa paling rawan karena kumbang dewasa mulai bertelur di dalam tanah berpasir dan larva uret aktif menggerek akar tebu muda.

Apakah pembakaran lahan setelah panen disarankan untuk membasmi hama tebu?

Tidak disarankan. Pembakaran lahan merusak mikroorganisme tanah yang berguna, mematikan musuh alami hama, serta mengurangi kandungan bahan organik tanah. Gunakan metode kepras mekanis dan perajangan serasah.

Berapa frekuensi pelepasan Trichogramma yang ideal di kebun tebu?

Pelepasan ideal dilakukan sebanyak 4 hingga 6 kali berturut-turut dengan interval 7 hari, dimulai saat tanaman berumur 1,5 bulan atau saat dijumpai kelompok telur penggerek pertama.

Bagaimana mengendalikan embun jelaga yang muncul akibat kutu putih?

Kendalikan sumber utamanya yaitu kutu putih dengan cara pengelupasan pelepah tua (kelekan) dan penyemprotan jamur entomopatogen. Jika populasi kutu hilang, embun jelaga akan mengering dan terkelupas sendiri.

Lebih lanjut tentang Tebu

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.