Hama penggerek pucuk dan penggerek batang menjadi musuh utama pada fase pertumbuhan aktif tebu. Serangan penggerek pucuk biasanya memuncak pada umur tanaman 2 sampai 3 bulan di musim hujan, ditandai dengan matinya titik tumbuh pucuk. Sementara itu, penggerek batang menyerang ruas-ruas tebu sepanjang tahun, menyebabkan batang berlubang, mudah patah saat tertiup angin kencang, serta menurunkan kadar sukrosa hingga 15 persen.
Pada bagian bawah tanah, hama uret atau lindi menjadi ancaman serius pada lahan berpasir saat awal musim hujan bulan Oktober hingga Desember. Larva uret menggerek akar utama tebu hingga tanaman layu dan mudah dicabut. Di sisi lain, saat musim kemarau panjang, populasi kutu putih meledak di bawah pelepah daun tebu, menghasilkan embun jelaga yang menghambat proses fotosintesis daun secara signifikan.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus diterapkan secara disiplin melalui kombinasi kultur teknis, hayati, dan mekanis. Lakukan monitoring kebun minimal 1 kali seminggu pada 100 sampel batang secara acak. Pelepasan parasitoid telur Trichogramma sebanyak 100.000 ekor per hektar setiap minggu selama 4 kali berturut-turut terbukti efektif menekan populasi penggerek tanpa merusak ekosistem kebun.





