Tebu, Panduan Lengkap Cara Merawat Tebu Agar Subur, Sehat, dan Rendemen Tinggi
Franco Folini / BY-SA

Panduan Lengkap Cara Merawat Tebu Agar Subur, Sehat, dan Rendemen Tinggi

Merawat tebu agar tumbuh subur dan menghasilkan rendemen gula yang tinggi memerlukan pemupukan berimbang, pengairan yang tepat, serta pengendalian gulma secara berkala.

Jawaban singkat

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman perkebunan tropis yang membutuhkan pencahayaan penuh selama 8 hingga 12 jam sehari. Di Indonesia, penanaman tebu yang ideal dilakukan pada awal musim kemarau sekitar bulan Mei hingga Juli agar proses pematangan dan pembentukan gula berjalan optimal menjelang musim giling. Jarak tanam yang disarankan adalah 135 hingga 150 cm antar-baris juringan dengan kedalaman parit 25 hingga 30 cm untuk memastikan perkembangan akar maksimal.

Ringkas: Tebu

Cahaya
Cahaya penuh minimal 8 jam per hari.
Penyiraman
Butuh air cukup, terutama 3 bulan pertama. Penyiraman rutin setiap 10-14 hari di musim kemarau.
Musim
Sepanjang tahun, awal musim hujan (Okt-Des) dianjurkan.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan lahan luas dan perawatan intensif; cocok untuk daerah dataran rendah hingga 500 mdpl.

Pengairan menjadi kunci penting terutama pada periode pertumbuhan vegetatif cepat, yaitu umur 1 hingga 5 bulan setelah tanam. Pada fase ini, tanaman membutuhkan penyiraman atau penggenangan parit setiap 7 hingga 10 hari sekali jika tidak turun hujan. Sebaliknya, memasuki fase pematangan pada umur 9 hingga 12 bulan, pengairan harus dikurangi secara bertahap hingga dihentikan total sekitar 1 bulan sebelum panen guna merangsang akumulasi sukrosa pada batang.

Pemupukan berimbang dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu siklus tanam. Pemupukan pertama diberikan saat tanaman berumur 3 hingga 4 minggu dengan pupuk nitrogen dan fosfat dosis sedang. Pemupukan susulan kedua diberikan pada umur 2,5 hingga 3 bulan bersamaan dengan kegiatan pembumbunan tanah setinggi 15 hingga 20 cm untuk memperkuat perakaran dan merangsang pembentukan anakan produktif.

Penyiangan gulma harus rutin dilakukan setidaknya 3 kali sebelum kanopi tebu menutup rapat pada umur 4 bulan. Selain itu, pembuangan daun kering (klentek) secara berkala pada umur 6, 8, dan 10 bulan sangat penting untuk mengurangi kelembapan mikro, mencegah serangan hama penggerek batang, serta mempermudah sirkulasi udara dan cahaya matahari di dalam areal perkebunan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiangan gulma dan pembersihan parit juringan setiap 3 hingga 4 minggu sekali pada masa awal pertumbuhan.
  2. Berikan pemupukan susulan pertama pada umur 1 bulan dan pemupukan kedua pada umur 3 bulan yang diikuti pengguludan atau pembumbunan tanah.
  3. Atur jadwal pengairan dengan menggenangi parit juringan seminggu sekali saat kemarau, dan pastikan drainase lancar saat musim hujan.
  4. Lakukan pengelentekan atau pembuangan daun tebu yang sudah kering pada umur 6, 8, dan 10 bulan agar sirkulasi udara dan penerimaan cahaya optimal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa bulan tebu siap dipanen sejak penanaman?

Tebu umumnya siap dipanen pada umur 11 hingga 14 bulan, tergantung pada varietas yang ditanam baik varietas masak awal, tengah, maupun lambat.

Mengapa daun kering pada tebu harus diklentek secara berkala?

Pengelentekan bertujuan mengurangi kelembapan mikro, mencegah tempat bersembunyi hama penggerek, serta meningkatkan akumulasi gula di dalam batang.

Apakah tebu bisa ditanam kembali dari keprasan (ratoon)?

Bisa, tanaman tebu dapat dikepras 2 hingga 3 kali siklus panen, namun membutuhkan pemupukan dan perawatan tanah ekstra agar produktivitas tidak turun.

Bagaimana tanda tebu yang sudah siap untuk ditebang?

Tebu siap tebang ditandai dengan daun tua yang mengering, ruas batang bagian atas mendekati ukuran ruas bawah, serta kadar manis yang merata dari bawah ke atas.

Lebih lanjut tentang Tebu

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.