Pemeliharaan tebu juga memerlukan pengendalian gulma secara intensif pada 3 bulan pertama setelah tanam untuk menghindari kompetisi unsur hara. Lakukan penyiangan gulma secara manual atau mekanis di sekitar rumpun tebu, diikuti dengan pembumbunan tanah pada umur 2 dan 4 bulan untuk memperkokoh tegakan batang serta merangsang pertumbuhan tunas baru. Pembumbunan ini juga krusial untuk mencegah rebahnya batang tebu akibat tiupan angin kencang di lahan terbuka.
Pemupukan susulan wajib diberikan dalam dua tahap utama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi makro tanaman selama siklus hidup 10 hingga 12 bulan. Tahap pertama dilakukan saat tebu berumur 1 hingga 1,5 bulan setelah tanam, dan tahap kedua pada umur 3 hingga 4 bulan saat penutupan kanopi daun. Gunakan kombinasi pupuk makro nitrogen, fosfor, dan kalium dengan takaran sesuai rekomendasi setempat, lalu benamkan pupuk ke dalam tanah di samping barisan tanaman agar terserap optimal oleh akar.
Menjelang masa panen yang jatuh pada musim kemarau untuk mendapatkan kadar gula atau rendemen tertinggi, kurangi frekuensi penyiraman secara bertahap selama 4 hingga 6 minggu terakhir. Lakukan pemangkasan daun kering atau tebu susuan pada bagian bawah untuk memperbaiki sirkulasi udara di dalam tegakan kebun sekaligus memudahkan proses penebangan nantinya. Penebangan tebu harus dilakukan tepat di pangkal permukaan tanah agar tunas ratoon atau keprasan berikutnya dapat tumbuh kembali dengan vigor yang kuat.