Pengairan menjadi kunci penting terutama pada periode pertumbuhan vegetatif cepat, yaitu umur 1 hingga 5 bulan setelah tanam. Pada fase ini, tanaman membutuhkan penyiraman atau penggenangan parit setiap 7 hingga 10 hari sekali jika tidak turun hujan. Sebaliknya, memasuki fase pematangan pada umur 9 hingga 12 bulan, pengairan harus dikurangi secara bertahap hingga dihentikan total sekitar 1 bulan sebelum panen guna merangsang akumulasi sukrosa pada batang.
Pemupukan berimbang dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu siklus tanam. Pemupukan pertama diberikan saat tanaman berumur 3 hingga 4 minggu dengan pupuk nitrogen dan fosfat dosis sedang. Pemupukan susulan kedua diberikan pada umur 2,5 hingga 3 bulan bersamaan dengan kegiatan pembumbunan tanah setinggi 15 hingga 20 cm untuk memperkuat perakaran dan merangsang pembentukan anakan produktif.
Penyiangan gulma harus rutin dilakukan setidaknya 3 kali sebelum kanopi tebu menutup rapat pada umur 4 bulan. Selain itu, pembuangan daun kering (klentek) secara berkala pada umur 6, 8, dan 10 bulan sangat penting untuk mengurangi kelembapan mikro, mencegah serangan hama penggerek batang, serta mempermudah sirkulasi udara dan cahaya matahari di dalam areal perkebunan.





