Tebu, Akar Tebu Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Franco Folini / BY-SA

Akar Tebu Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pembusukan akar tebu pada musim hujan umumnya disebabkan oleh genangan air berlebih dan serangan jamur patogen yang dapat diatasi dengan perbaikan drainase serta aplikasi agens hayati.

Jawaban singkat

Musim hujan dengan curah hujan tinggi melebihi 250 mm per bulan sering menjadi ancaman serius bagi perkebunan tebu di Indonesia. Kondisi tanah yang tergenang dan kurangnya sirkulasi udara di dalam tanah menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan patogen tular tanah. Tanaman tebu yang mengalami pembusukan akar akan menunjukkan gejala daun menguning dari bagian bawah, pertumbuhan terhambat, dan daya dukung cengkeraman tanah yang melemah sehingga tanaman mudah roboh.

Ringkas: Tebu

Cahaya
Cahaya penuh minimal 8 jam per hari.
Penyiraman
Butuh air cukup, terutama 3 bulan pertama. Penyiraman rutin setiap 10-14 hari di musim kemarau.
Musim
Sepanjang tahun, awal musim hujan (Okt-Des) dianjurkan.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan lahan luas dan perawatan intensif; cocok untuk daerah dataran rendah hingga 500 mdpl.

Kerusakan pada sistem perakaran tebu langsung berdampak pada penurunan kemampuan tanaman menyerap air dan unsur hara penting seperti nitrogen dan kalium. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan rendemen gula hingga 25 persen dan mengganggu keprasan (ratoon) pada musim tanam berikutnya. Diagnosis dini menjadi kunci utama untuk membedakan apakah pembusukan disebabkan oleh faktor fisik lingkungan atau infeksi mikroorganisme patogen.

Pengelolaan drainase lahan merupakan langkah utama dalam mengatasi permasalahan ini. Pembuatan parit drainase dengan kedalaman 40 hingga 50 cm di antara barisan tanaman tebu sangat efektif untuk menurunkan muka air tanah. Selain itu, pembumbunan tanah setinggi 20 cm perlu dilakukan saat tanaman berumur 3 sampai 4 bulan agar zona perakaran tetap mendapatkan aerasi yang cukup meski hujan turun secara terus-menerus.

Pencegahan berkelanjutan dapat dicapai melalui tindakan sanitasi lahan dan pemanfaatan mikroorganisme antagonis. Penggunaan bahan organik matang yang dikomposkan dengan sempurna seberat 5 ton per hektar saat olah tanah dapat meningkatkan struktur tanah. Apabila ditemukan gejala serangan patogen, penggunaan agens hayati secara berkala dapat membantu menekan populasi jamur merugikan di zona sfer perakaran tebu.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Jamur Patogen (Pythium sp. dan Rhizoctonia sp.)

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman, tekstur lunak dan berbau busuk menyengat, jaringan dalam akar hancur berlendir.

Solusi: Perbaiki drainase lahan, aplikasi agens hayati Trichoderma sp. pada pangkal batang, dan musnahkan tanaman yang terinfeksi parah.

Genangan Air dan Anoksia Akar

Ciri: Akar berwarna cokelat pucat atau kehitaman tanpa bau busuk menyengat, bulu akar rontok, tanah sangat becek dan padat.

Solusi: Buat parit cacing dan parit pembuangan air utama dengan kedalaman 50 cm, serta lakukan pembumbunan tanah.

Serangan Nematoda Parasit Akar

Ciri: Terdapat bintil atau bercak luka nekrotik kecokelatan pada akar yang kemudian terinfeksi sekunder oleh bakteri tanah.

Solusi: Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman legum, dan tambahkan bahan organik matang serta pupuk hayati pada tanah.

Langkah-langkah

  1. Buat atau perdalam parit drainase di sekeliling blok lahan tebu dengan kedalaman minimal 40 hingga 50 cm untuk mengalirkan kelebihan air hujan.
  2. Lakukan sanitasi dengan mencabut dan memusnahkan rumpun tebu yang terinfeksi parah agar sporanya tidak menulari tanaman sehat di sekitarnya.
  3. Taburkan agens hayati Trichoderma sp. atau Gliocladium sp. pada zona perakaran sesuai petunjuk pada label kemasan produk.
  4. Lakukan pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang setinggi 20 cm untuk merangsang pertumbuhannya akar baru yang lebih sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tebu yang mengalami busuk akar masih bisa diselamatkan?

Masih bisa diselamatkan jika tingkat kerusakan akar belum melebihi 50 persen, segera diikuti perbaikan drainase dan pemberian agens hayati.

Bagaimana membedakan busuk akar akibat jamur dan akibat genangan air?

Busuk akibat jamur menghasilkan bau menyengat dan jaringan akar hancur berlendir, sedangkan akibat genangan air akar hanya berubah gelap dan layu tanpa bau berlebih.

Berapa kedalaman ideal parit drainase untuk tanaman tebu di musim hujan?

Kedalaman ideal parit pembuangan air adalah 40 hingga 60 cm agar air tidak merendam zona perakaran aktif tebu.

Apakah pupuk kandang yang belum matang boleh diberikan pada tebu yang busuk akar?

Tidak boleh, pupuk kandang yang belum matang justru mengundang patogen jamur dan meningkatkan suhu tanah yang memperparah pembusukan akar.

Lebih lanjut tentang Tebu

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.