Penanaman dilakukan dengan membaringkan stek dalam alur secara horizontal, kemudian ditutup tanah tipis setebal 3-5 cm. Jarak dalam baris 30-40 cm. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman setiap 3-4 hari hingga tunas muncul (7-14 hari). Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang 10-15 ton/ha atau kompos 5-10 ton/ha, ditambah urea 200-250 kg/ha, SP-36 100-150 kg/ha, dan KCl 100-150 kg/ha yang diberikan saat tanam dan susulan pada umur 30-45 hari.
Pemeliharaan meliputi penyiangan gulma manual pada 30, 60, dan 90 hari setelah tanam, serta pembumbunan tanah ke pangkal batang pada umur 45-60 hari. Pengairan rutin diberikan setiap 10-14 hari di musim kemarau, dan dikurangi saat musim hujan. Pengendalian hama seperti penggerek batang (Chilo sacchariphagus) dilakukan dengan pemasangan feromon atau musuh alami; hindari pestisida kimia kecuali jika serangan berat dan konsultasi dengan penyuluh setempat.
Panen tebu dilakukan setelah 10-12 bulan, ditandai dengan daun menguning dan batang berisi padat. Tebang batang sedekat mungkin dengan tanah, buang daun dan pucuk, lalu segera angkut ke pabrik gula dalam 24-48 jam untuk menjaga kadar gula. Produktivitas rata-rata 70-100 ton/ha tergantung varietas dan pemeliharaan. Setelah panen, lahan dapat ditanami kembali dengan rotasi tanaman palawija seperti kacang tanah atau jagung untuk menjaga kesuburan tanah.