Tebu, Cara Menanam Tebu dari Awal Sampai Panen untuk Hasil Optimal
Franco Folini / BY-SA

Cara Menanam Tebu dari Awal Sampai Panen untuk Hasil Optimal

Menanam tebu yang produktif membutuhkan persiapan bibit bagal berkualitas, pengolahan tanah juringan yang dalam, serta pemeliharaan teratur selama 10 hingga 12 bulan hingga masa panen tiba.

Jawaban singkat

Penanaman tebu idealnya dimulai pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan, sekitar bulan April hingga Mei untuk periode tanam awal atau Oktober hingga November untuk tanam akhir. Lahan perlu dibajak sedalam 30-40 cm untuk menggemburkan tanah, kemudian dibuat parit atau juringan dengan kedalaman 25-30 cm dan jarak antar baris 110-130 cm.

Ringkas: Tebu

Cahaya
Cahaya penuh minimal 8 jam per hari.
Penyiraman
Butuh air cukup, terutama 3 bulan pertama. Penyiraman rutin setiap 10-14 hari di musim kemarau.
Musim
Sepanjang tahun, awal musim hujan (Okt-Des) dianjurkan.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Memerlukan lahan luas dan perawatan intensif; cocok untuk daerah dataran rendah hingga 500 mdpl.

Bibit tebu terbaik menggunakan stek batang atau bagal bermata 2-3 yang diambil dari tanaman muda berumur 6-7 bulan. Bibit diletakkan terlentang secara sejajar di dasar juringan dengan posisi mata tunas berada di samping, lalu ditutup dengan tanah tipis setebal 3-5 cm. Penyiraman dilakukan 1-2 kali seminggu pada bulan pertama jika curah hujan masih rendah.

Pemupukan berimbang diberikan dalam dua tahap, yaitu pemupukan pertama pada umur 2-3 minggu setelah tanam (MST) dan pemupukan kedua pada umur 2-3 bulan bersamaan dengan pembumbunan tanah pertama. Penyiangan gulma dan pembumbunan dilakukan secara bertahap hingga tanaman berumur 5 bulan agar rumpun tebu kokoh dan tidak mudah roboh.

Panen tebu dilakukan saat tanaman berumur 10-12 bulan, ditandai dengan daun bagian bawah yang mengering dan rendemen gula yang sudah maksimal. Batang tebu dipotong rapat dengan permukaan tanah menggunakan parang tajam agar tunas keprasan (ratoon) pada siklus berikutnya dapat tumbuh seragam dan kuat.

Langkah-langkah

  1. Pengolahan Lahan dan Pembuatan Juringan: Pembajakan tanah sedalam 30-40 cm dan pembuatan alur juringan dengan kedalaman 25-30 cm serta jarak antar alur 110-130 cm.
  2. Penyiapan dan Penanaman Bibit Bagal: Potong batang tebu menjadi bagal bermata 2-3, letakkan mendatar di juringan dengan mata di samping, lalu tutup tanah tipis 3-5 cm.
  3. Pemeliharaan, Pemupukan, dan Pembumbunan: Lakukan penyiangan gulma, berikan pemupukan susulan bertahap, dan bumbun tanah ke dasar rumpun pada umur 1, 2, dan 4 bulan.
  4. Pengelentekan Daun dan Penebangan Panen: Kelupas daun tua yang mengering secara berkala pada umur 6-8 bulan, lalu tebang tebu tepat di permukaan tanah saat umur 10-12 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa bulan tebu bisa dipanen sejak penanaman awal?

Tebu umumnya dipanen pada umur 10 hingga 12 bulan, tergantung pada jenis varietas (masak awal, sedang, atau lambat) dan kondisi ketersediaan air.

Apa yang dimaksud dengan bibit tebu bagal?

Bibit bagal adalah potongan batang tebu segar yang memiliki 2 hingga 3 mata tunas sehat yang diambil dari kebun bibit berumur 6-7 bulan.

Mengapa daun tebu yang mengering perlu dikelentek?

Pengelentekan daun bertujuan mengurangi kelembapan di sekitar batang, menekan populasi hama, serta memperlancar sirkulasi udara dan penerimaan cahaya matahari.

Apakah tanaman tebu bisa ditumbuhkan kembali dari sisa tebangan?

Ya, tebu dapat ditumbuhkan kembali dari tunggul sisa tebangan (metode ratoon/keprasan) hingga 2-3 kali siklus panen dengan pemeliharaan dan pemupukan yang memadai.

Berapa jarak tanam tebu yang ideal di lahan perkebunan?

Jarak antar alur juringan yang ideal adalah 110 cm hingga 130 cm untuk mempermudah proses pemeliharaan, pembumbunan, dan ruang tumbuh tanaman.

Lebih lanjut tentang Tebu

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.