Bibit tebu terbaik menggunakan stek batang atau bagal bermata 2-3 yang diambil dari tanaman muda berumur 6-7 bulan. Bibit diletakkan terlentang secara sejajar di dasar juringan dengan posisi mata tunas berada di samping, lalu ditutup dengan tanah tipis setebal 3-5 cm. Penyiraman dilakukan 1-2 kali seminggu pada bulan pertama jika curah hujan masih rendah.
Pemupukan berimbang diberikan dalam dua tahap, yaitu pemupukan pertama pada umur 2-3 minggu setelah tanam (MST) dan pemupukan kedua pada umur 2-3 bulan bersamaan dengan pembumbunan tanah pertama. Penyiangan gulma dan pembumbunan dilakukan secara bertahap hingga tanaman berumur 5 bulan agar rumpun tebu kokoh dan tidak mudah roboh.
Panen tebu dilakukan saat tanaman berumur 10-12 bulan, ditandai dengan daun bagian bawah yang mengering dan rendemen gula yang sudah maksimal. Batang tebu dipotong rapat dengan permukaan tanah menggunakan parang tajam agar tunas keprasan (ratoon) pada siklus berikutnya dapat tumbuh seragam dan kuat.





