Memasuki fase pertumbuhan vegetatif aktif ketika tanaman tebu berusia empat hingga enam minggu, berikan aplikasi pupuk susulan nitrogen pertama dengan frekuensi sekali sebulan agar anakan tebu tumbuh maksimal dan membentuk rumpun yang produktif. Pastikan gulma di sekitar piringan tanaman telah dibersihkan secara manual atau mekanis sebelum penebaran pupuk agar unsur hara tidak terserap oleh gulma pengganggu. Penutupan pupuk dengan tanah atau sistem leles sangat dianjurkan untuk mencegah penguapan unsur nitrogen akibat sengatan matahari tropis yang terik di siang hari.
Pemupukan susulan kedua dilakukan pada saat pembumbunan tebu di umur tiga hingga empat bulan untuk menopang batang agar tidak mudah roboh saat tertiup angin kencang di musim pancaroba. Pada fase ini, kebutuhan unsur kalium sangat tinggi guna memperkuat dinding sel batang dan meningkatkan akumulasi gula di dalam nira tebu menjelang masa pematangan. Petani perlu memperhatikan kelembapan tanah sebelum pemupukan; pastikan tanah dalam kondisi cukup air tetapi tidak tergenang agar butiran pupuk dapat larut dan diserap akar secara sempurna tanpa menyebabkan pembusukan.
Evaluasi kesuburan tanah secara berkala melalui uji tanah sederhana atau pengamatan visual warna daun sangat membantu menentukan efisiensi pemupukan di setiap petak lahan perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Hindari pemberian pupuk nitrogen secara berlebihan menjelang fase masak tebu karena justru akan menurunkan kadar rendemen gula dan memperpanjang masa pertumbuhan vegetatif yang tidak diinginkan. Konsultasikan selalu rencana pemupukan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan setempat untuk mendapatkan rekomendasi spesifik lokasi yang akurat sesuai kondisi agroklimat daerah Anda.