Penyebab pertama yang paling sering ditemukan di lapangan adalah defisiensi unsur hara, khususnya nitrogen dan magnesium, karena pencucian hara saat musim hujan sebelumnya atau minimnya pemupukan susulan. Tanaman lada memerlukan pasokan unsur hara makro dan mikro yang seimbang untuk mempertahankan vigor tanaman, terutama pada fase generatif saat tanaman sedang berbuah lebat. Pemberian pupuk organik matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per tajar setiap awal musim kemarau sangat membantu memperbaiki kapasitas tukar kation tanah dan menjaga ketersediaan hara.
Faktor kedua yang harus diwaspadai adalah serangan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh patogen tular tanah, yang sering kali dipicu oleh kondisi drainase kebun yang buruk. Ketika sistem perakaran atau pangkal batang mulai terinfeksi, aliran air dan nutrisi dari akar ke tajuk tanaman terhambat total, menyebabkan daun mendadak menguning, layu, dan akhirnya seluruh tanaman mati mendadak. Gejala ini sering mengecoh petani karena dikira sekadar kekurangan air biasa padahal jaringan pengangkut sudah rusak parah di bagian bawah.
Untuk mengatasi masalah ini secara tepat, kita harus melakukan diagnosis diferensial secara cermat di kebun dengan memeriksa kondisi tanah, akar, dan pola kuningnya daun. Langkah pencegahan yang konsisten melalui sanitasi kebun, pengaturan naungan yang ideal, dan pemberian mulsa organik di sekitar piringan tanaman akan menjaga kelembapan mikro kebun lada tetap stabil selama musim kemarau panjang.