Pemilihan bibit dan teknik penanaman yang tepat menentukan keberhasilan pertumbuhan awal. Gunakan bibit berupa stek sulur panjat yang memiliki 5 hingga 7 ruas, diambil dari tanaman induk produktif berusia 3 sampai 5 tahun yang bebas penyakit. Penanaman paling baik dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober atau November. Tanam stek dengan posisi miring 45 derajat mengarah ke tiang panjat, benamkan 3 sampai 4 ruas ke dalam tanah, lalu ikat batang stek ke tiang panjat menggunakan tali rafia atau tali sabut kelapa secara perlahan.
Perawatan berkala meliputi pemangkasan, pemupukan, dan pengolahan naungan. Pemangkasan batang utama dilakukan pada umur 6, 12, dan 18 bulan untuk merangsang tumbuhnya cabang buah yang rimbun dan produktif. Pohon panjat hidup harus dipangkas rutin setiap 3 bulan sekali agar lada menerima pencahayaan matahari sekitar 50 sampai 70 persen. Pemupukan susulan berikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan (Oktober), pertengahan musim hujan (Januari), dan akhir musim hujan (April) menggunakan kombinasi pupuk organik dan NPK secara melingkar di bawah tajuk tanaman.
Pemanenan lada dapat dimulai saat tanaman berumur 2 hingga 3 tahun dengan masa puncak panen raya umumnya berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus. Untuk menghasilkan lada hitam, petik tandan buah saat sebagian besar beri berwarna hijau tua keras berbintik kuning, lalu jemur langsung di bawah sinar matahari selama 3 sampai 7 hari. Untuk menghasilkan lada putih, petik tandan saat beri sudah berwarna merah matang, peram dalam karung selama 2 hari, rendam dalam air mengalir selama 10 sampai 14 hari, lalu kupas kulitnya dan jemur hingga kadar air mencapai 12 persen.





