Memasuki umur 1-2 tahun (TBM lanjutan), dosis pemupukan ditingkatkan seiring membesarnya tajuk dan makin banyaknya sulur pemanjat. Pemberian pupuk NPK granular dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan (November), pertengahan musim hujan (Januari), dan akhir musim hujan (April). Sebarkan pupuk sekeliling piringan tanaman sejauh 30-50 cm dari pangkal batang dengan dosis 50-100 gram per tanaman untuk setiap aplikasi.
Saat tanaman berumur di atas 3 tahun dan memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM), fokus pemupukan bergeser ke unsur Phosphor dan Kalium untuk memperkuat pembentukan bunga serta pengisian biji lada. Dosis NPK tinggi Kalium ditingkatkan menjadi 200-300 gram per tanaman per tahun yang dibagi dalam 3 kali aplikasi. Pemupukan pertama dilakukan saat pembentukan tunas bunga di awal musim hujan, pemupukan kedua saat pengisian buah pada bulan Januari atau Februari, dan ketiga pascapanen untuk pemulihan tanaman pada bulan Mei atau Juni.
Selain pupuk makro, lada sangat peka terhadap keasaman tanah dengan pH ideal 5,5-6,5 serta membutuhkan unsur mikro Kalsium dan Magnesium. Aplikasi kapur pertanian atau dolomit sebanyak 200-500 gram per pohon wajib dilakukan setahun sekali pada pertengahan musim kemarau di bulan Agustus untuk menetralkan keasaman tanah. Penggunaan kompos matang yang diperkaya agens hayati secara rutin 2 kali setahun sangat disarankan untuk menjaga kesehatan perakaran dari serangan jamur patogen tanah.





