Lada, Cara Merawat Lada Agar Subur dan Sehat
Frank Cone / Pexels

Cara Merawat Lada Agar Subur dan Sehat

Perawatan lada yang tepat meliputi pengaturan naungan, drainase yang baik, serta pemupukan berimbang untuk menjaga tanaman tetap produktif dan bebas penyakit sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Perkebunan lada (Piper nigrum) membutuhkan perhatian khusus pada struktur penopang atau tajar serta kondisi lingkungan tumbuh. Tanaman lada ditanam dengan jarak ideal 2x2 meter atau 2,5x2,5 meter untuk memastikan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari tercukupi. Pada fase awal pertumbuhan, penyediaan tajar hidup seperti tanaman gamal atau dadap sangat disarankan karena dapat memberikan naungan alami sebesar 30 hingga 50 persen yang dibutuhkan lada tropis.

Ringkas: Lada

Cahaya
Cahaya matahari penuh hingga naungan ringan
Penyiraman
Siram teratur, jaga kelembapan tanah tanpa genangan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan perhatian ekstra pada sistem drainase dan pencegahan penyakit akar.

Pengaturan air menjadi kunci utama kebersihan dan kesuburan kebun lada di Indonesia. Pada musim kemarau, tanaman lada muda membutuhkan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari sebanyak 2 hingga 3 liter per tanaman, sedangkan pada tanaman dewasa disesuaikan dengan kelembapan tanah. Sebaliknya, saat memasuki musim hujan, pembuatan parit drainase seluas 30 sentimeter dengan kedalaman 40 sentimeter di sekeliling bedengan sangat krusial untuk mencegah genangan air yang memicu pembusukan akar.

Pemupukan lada harus dilakukan secara disiplin dan teratur sesuai dengan siklus musim. Berikan pupuk organik berupa kotoran ternak matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per tiang panjat yang dibagi dalam dua kali aplikasi, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Selain itu, berikan pupuk susulan makro berimbang sebanyak 100 hingga 200 gram per tanaman yang diberikan 3 sampai 4 kali dalam setahun dengan cara dibenamkan dalam celah melingkar di sekeliling tajuk.

Pemangkasan sulur dan sanitasi area perakaran harus dikerjakan secara rutin setiap bulan. Pemangkasan sulur gantung dan sulur cacing bertujuan mengarahkan nutrisi ke sulur panjat dan cabang buah, sehingga tajuk lada tumbuh rimbun memutar. Kebun yang bersih dari gulma dalam radius 50 sentimeter dari pangkal batang akan meminimalkan kelembapan berlebih dan menekan risiko serangan hama pembawa penyakit.

Langkah-langkah

  1. Pasang tajar panjat dan atur naungan hingga intensitas cahaya berkisar antara 50 sampai 70 persen.
  2. Buat saluran drainase yang baik di sekitar gundukan tanah tempat menanam untuk mencegah air menggenang saat hujan deras.
  3. Lakukan pemupukan organik sebanyak 5 hingga 10 kg per tanaman pada awal dan akhir musim hujan, ditambah pupuk makro berimbang secara berkala.
  4. Pangkas sulur cacing dan sulur gantung yang tidak produktif secara rutin agar cabang buah tumbuh lebih banyak dan optimal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan tanaman lada mulai dapat dipanen?

Lada biasanya mulai belajar berbuah pada umur 2 hingga 3 tahun setelah tanam, dan mencapai puncak produksi pada umur 7 hingga 10 tahun.

Jenis tajar apa yang paling bagus untuk lada?

Tajar hidup seperti gamal, dadap, atau kelor sangat direkomendasikan karena akarnya membantu mengikat nitrogen dan kanopinya bisa diatur sebagai naungan.

Mengapa daun lada sering mendadak kuning dan layu?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh serangan jamur akibat drainase yang buruk atau tanah yang terlalu basah dan padat.

Berapa kali pemangkasan sulur lada harus dilakukan?

Pemangkasan pembentukan tajuk dilakukan 2 hingga 3 kali pada tahun pertama dan kedua, sedangkan sanitasi sulur cacing dilakukan secara rutin setiap bulan.

Apakah tanaman lada bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, namun membutuhkan wadah berdiameter minimal 40-50 cm dengan media tanam yang sangat porous serta tiang panjat yang kokoh.

Lebih lanjut tentang Lada

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.