Pengaturan air menjadi kunci utama kebersihan dan kesuburan kebun lada di Indonesia. Pada musim kemarau, tanaman lada muda membutuhkan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari sebanyak 2 hingga 3 liter per tanaman, sedangkan pada tanaman dewasa disesuaikan dengan kelembapan tanah. Sebaliknya, saat memasuki musim hujan, pembuatan parit drainase seluas 30 sentimeter dengan kedalaman 40 sentimeter di sekeliling bedengan sangat krusial untuk mencegah genangan air yang memicu pembusukan akar.
Pemupukan lada harus dilakukan secara disiplin dan teratur sesuai dengan siklus musim. Berikan pupuk organik berupa kotoran ternak matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per tiang panjat yang dibagi dalam dua kali aplikasi, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Selain itu, berikan pupuk susulan makro berimbang sebanyak 100 hingga 200 gram per tanaman yang diberikan 3 sampai 4 kali dalam setahun dengan cara dibenamkan dalam celah melingkar di sekeliling tajuk.
Pemangkasan sulur dan sanitasi area perakaran harus dikerjakan secara rutin setiap bulan. Pemangkasan sulur gantung dan sulur cacing bertujuan mengarahkan nutrisi ke sulur panjat dan cabang buah, sehingga tajuk lada tumbuh rimbun memutar. Kebun yang bersih dari gulma dalam radius 50 sentimeter dari pangkal batang akan meminimalkan kelembapan berlebih dan menekan risiko serangan hama pembawa penyakit.





