Cara Merawat Lada Agar Subur & Sehat

Panduan lengkap merawat tanaman lada (Piper nigrum) di Indonesia mulai dari penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga pengendalian hama penyakit.

Jawaban singkat

Lada (Piper nigrum) adalah komoditas perkebunan bernilai tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di Lampung, Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi. Agar produktif, lada membutuhkan perawatan rutin sepanjang tahun. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari 50-70% (naungan 30-50%), penyiraman 2-3 hari sekali di musim kemarau dan dikurangi saat hujan, serta drainase baik karena lada tidak tahan genangan.

Ringkas: Lada

Cahaya
Cahaya matahari penuh hingga naungan ringan
Penyiraman
Siram teratur, jaga kelembapan tanah tanpa genangan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan perhatian ekstra pada sistem drainase dan pencegahan penyakit akar.

Pemupukan dilakukan 3-4 kali setahun menggunakan pupuk organik (pupuk kandang/kompos 5-10 kg/pohon) dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat. Pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi (tunas air, cabang sakit) dilakukan setiap 2-3 bulan sekali untuk merangsang pertumbuhan buah. Penjarangan buah juga perlu jika terlalu rapat agar ukuran buah seragam.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu. Hama utama: kutu putih, penggerek batang, dan tungau. Penyakit utama: busuk pangkal batak (Phytophthora), bercak daun (Cercospora), dan jamur upas. Gunakan musuh alami (kumbang Coccinellidae untuk kutu) dan fungisida nabati (ekstrak serai, bawang putih). Jika terpaksa menggunakan pestisida kimia, konsultasikan dengan penyuluh setempat dan ikuti label.

Panen lada dapat dilakukan setelah 2-3 tahun tanam, dengan puncak produksi pada tahun ke-5 hingga 10. Buah dipanen saat 70-80% buah berwarna merah atau kuning, tergantung varietas. Petik tangkai buah, jangan memetik buah satu-satu. Setelah panen, lakukan peremajaan tanaman dengan memotong batang tua dan mengganti dengan sulur baru.

Langkah-langkah

  1. Siapkan tiang panjat (kayu atau beton setinggi 2-3 m) dan naungan sementara (misal tanaman pisang atau lamtoro) hingga lada mencapai tiang.
  2. Siram tanaman 2-3 hari sekali di musim kemarau (volume 5-10 liter/pohon), kurangi saat musim hujan. Pastikan drainase baik agar tidak tergenang.
  3. Berikan pupuk organik 5-10 kg/pohon setiap 4-6 bulan, dan pupuk NPK (15-15-15) 200-300 gram/pohon setiap 3 bulan, dikocor atau ditabur melingkar 30 cm dari batang.
  4. Pangkas tunas air, cabang sakit, dan cabang yang terlalu rimbun setiap 2-3 bulan. Lakukan pemangkasan bentuk pada awal musim hujan untuk merangsang percabangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama lada mulai berbuah?

Tanaman lada mulai berbuah pada usia 2-3 tahun setelah tanam, tergantung varietas dan perawatan.

Apa penyebab daun lada menguning?

Bisa karena kekurangan nitrogen, kelebihan air (genangan), serangan hama kutu putih, atau penyakit bercak daun. Periksa kondisi drainase dan beri pupuk N jika perlu.

Bagaimana cara mengatasi busuk pangkal batang?

Perbaiki drainase, hindari genangan. Potong bagian yang terinfeksi, olesi fungisida nabati (bawang putih), dan semprot fungisida tembaga sesuai rekomendasi penyuluh.

Kapan waktu terbaik memangkas lada?

Pemangkasan bentuk dilakukan awal musim hujan (Oktober-November) agar tanaman cepat pulih. Pemangkasan produksi bisa dilakukan setiap 2-3 bulan setelah panen.

Berapa jarak tanam lada yang ideal?

Jarak tanam lada umumnya 2,5 x 2,5 m atau 3 x 3 m, tergantung kesuburan tanah dan varietas.

Apa tanda lada siap panen?

Buah lada siap panen ketika 70-80% buah dalam satu tandan berwarna merah atau kuning (tergantung varietas). Biasanya terjadi 6-8 bulan setelah berbunga.

Lebih lanjut tentang Lada

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.