Pemupukan dilakukan 3-4 kali setahun menggunakan pupuk organik (pupuk kandang/kompos 5-10 kg/pohon) dan pupuk anorganik sesuai rekomendasi setempat. Pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi (tunas air, cabang sakit) dilakukan setiap 2-3 bulan sekali untuk merangsang pertumbuhan buah. Penjarangan buah juga perlu jika terlalu rapat agar ukuran buah seragam.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu. Hama utama: kutu putih, penggerek batang, dan tungau. Penyakit utama: busuk pangkal batak (Phytophthora), bercak daun (Cercospora), dan jamur upas. Gunakan musuh alami (kumbang Coccinellidae untuk kutu) dan fungisida nabati (ekstrak serai, bawang putih). Jika terpaksa menggunakan pestisida kimia, konsultasikan dengan penyuluh setempat dan ikuti label.
Panen lada dapat dilakukan setelah 2-3 tahun tanam, dengan puncak produksi pada tahun ke-5 hingga 10. Buah dipanen saat 70-80% buah berwarna merah atau kuning, tergantung varietas. Petik tangkai buah, jangan memetik buah satu-satu. Setelah panen, lakukan peremajaan tanaman dengan memotong batang tua dan mengganti dengan sulur baru.