Busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Phytophthora capsici merupakan musuh utama perkebunan lada pada musim hujan. Patogen tanah ini menyebar sangat cepat melalui percikan air hujan dan aliran air permukaan jika saluran drainase tidak berfungsi dengan baik. Tanaman yang terinfeksi akan menunjukkan daun layu secara mendadak dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari, diikuti dengan menghitamnya pangkal batang serta munculnya bercak hitam basah pada ujung daun.
Selain busuk pangkal batang, penyakit kuning akibat kombinasi serangan nematoda dan jamur Fusarium serta penyakit antraknosa sering membingungkan para pekebun. Berbeda dengan busuk pangkal batang yang mematikan tanaman secara cepat, penyakit kuning berkembang lambat selama 2 hingga 4 bulan dengan gejala daun menguning secara bertahap dari bagian bawah ke atas. Sementara itu, antraknosa ditandai dengan bercak cokelat bertepi kuning pada daun dan bulir lada yang membusuk serta gugur sebelum matang.
Pengendalian penyakit lada yang efektif membutuhkan kombinasi sanitasi kebun dan perbaikan struktur tanah secara konsisten. Buatlah saluran drainase utama sedalam 50 sentimeter dan saluran antarbarisan sedalam 30 sentimeter untuk mencegah air menggenang lebih dari 1 jam setelah hujan deras. Aplikasikan agens hayati Trichoderma sp. sebanyak 100 gram per pohon yang dicampur dengan kompos matang setiap 3 bulan sekali sebagai langkah pencegahan biologis yang aman dan ramah lingkungan.





