Untuk bibit aren (0-1 tahun), gunakan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) sebanyak 5-10 kg per lubang tanam saat tanam. Setelah bibit berumur 1-2 bulan, beri pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50 gram per tanaman setiap 3 bulan. Pada fase TBM (1-3 tahun), dosis ditingkatkan menjadi 100-200 gram NPK 15-15-15 per pohon per aplikasi, diberikan 3 kali setahun (awal musim hujan, pertengahan musim hujan, dan akhir musim kemarau). Tambahkan pupuk organik 10-20 kg per pohon setiap tahun.
Pada fase TM (mulai umur 4-5 tahun), dosis pupuk disesuaikan dengan produksi. Untuk pohon aren yang sudah menghasilkan, gunakan pupuk NPK 12-12-17-2 (dengan tambahan Mg) sebanyak 500-1000 gram per pohon per aplikasi, diberikan 3 kali setahun. Aplikasi dilakukan dengan cara membuat alur melingkar di sekeliling tajuk sedalam 10-15 cm, lalu tutup kembali dengan tanah. Jangan lupa menambahkan pupuk organik 20-30 kg per pohon setiap tahun untuk menjaga kesuburan tanah.
Kekurangan unsur hara pada aren dapat dikenali dari gejala visual. Daun menguning dan pertumbuhan lambat menandakan kekurangan N. Daun tua menguning di tepi dan ujung menunjukkan defisiensi K. Daun muda keriput dan buah kecil/busuk menandakan kekurangan B. Untuk mengatasi, lakukan koreksi dengan pupuk daun atau pupuk tunggal sesuai kebutuhan. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan pemborosan dan pencemaran lingkungan. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi spesifik sesuai kondisi lahan.