Pada fase pembibitan (0-6 bulan), berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 1-2 kg per lubang tanam. Campurkan dengan tanah top soil. Setelah bibit berumur 1 bulan, berikan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 5 gram per bibit, diulang setiap 2 minggu. Pada musim hujan, kurangi frekuensi menjadi sebulan sekali untuk mencegah pembusukan akar. Pastikan bibit mendapat sinar matahari 50-70%.
Setelah tanam di lapangan (umur 6 bulan - 2 tahun), fokus pada pemupukan organik dan anorganik. Berikan pupuk kandang 5-10 kg per pohon setiap 6 bulan. Tambahkan NPK 15-15-15 dengan dosis 50-100 gram per pohon setiap 3 bulan, diaplikasikan dengan cara ditabur melingkar di bawah tajuk. Pada musim kemarau, siram pupuk dengan air agar cepat larut. Hindari pemupukan saat hujan deras untuk mencegah pencucian nutrisi.
Untuk pohon dewasa (di atas 2 tahun) yang akan diinokulasi, pemupukan diperkaya dengan unsur mikro seperti boron dan seng. Berikan pupuk NPK 12-12-17 + 2MgO + TE (trace elements) dosis 200-300 gram per pohon setiap 4 bulan. Sebulan sebelum inokulasi, hentikan pemupukan nitrogen untuk merangsang pembentukan resin. Pemupukan juga bisa dikombinasikan dengan aplikasi pupuk hayati (mikoriza) untuk meningkatkan serapan hara.