Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan mencampurkan 200-300 kg/ha pupuk NPK 15-15-15 atau setara ke dalam lubang tanam. Setelah tanaman berumur 1 bulan, berikan pupuk susulan pertama dengan dosis 100 kg/ha Urea + 50 kg/ha KCl, diulang setiap 3 bulan hingga tahun ke-2. Pada tahun ke-3 menjelang panen, tingkatkan dosis K menjadi 150 kg/ha KCl untuk meningkatkan kualitas serat. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan daun terlalu sukulen dan rentan penyakit.
Selain pupuk anorganik, aplikasi pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang (5-10 ton/ha) sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan retensi air. Pupuk organik diberikan setahun sekali di awal musim hujan. Untuk lahan masam (pH < 5,5), tambahkan dolomit 1-2 ton/ha saat pengolahan tanah. Pemupukan mikro (Zn, B) juga penting jika gejala defisiensi muncul, seperti daun menguning atau pertumbuhan terhambat.
Waktu pemupukan terbaik adalah pagi hari setelah hujan atau saat tanah lembab. Sebarkan pupuk melingkar di sekitar tanaman dengan jarak 15-20 cm dari batang, lalu tutup tipis dengan tanah. Pada musim kemarau (April-September), kurangi dosis N dan tingkatkan K untuk mengurangi stres kekeringan. Catat setiap aplikasi pupuk dalam buku tanam untuk evaluasi. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat jika ragu menentukan dosis sesuai kondisi lahan spesifik.