Penyakit Damar: Gejala & Cara Mengobati

Penyakit pada damar (Agathis dammara) di Indonesia umumnya disebabkan jamur akar, busuk batang, atau karat daun; kenali gejala dan cara mengatasinya.

Jawaban singkat

Damar (Agathis dammara) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi, terutama untuk getah dan kayu. Di Indonesia, penyakit utama yang sering menyerang adalah busuk akar (jamur Rigidoporus microporus), busuk batang (jamur Phellinus noxius), dan karat daun (jamur Caeoma sp.). Serangan biasanya meningkat pada musim hujan (Oktober-Maret) di lahan dengan drainase buruk atau bekas hutan. Gejala awal sering tidak kentara, sehingga deteksi dini sangat penting.

Ringkas: Damar

Cahaya
Cahaya penuh hingga naungan ringan (naungan 50% hanya saat bibit muda).
Penyiraman
Siram 2–3 kali seminggu pada musim kemarau, kurangi saat hujan; pastikan drainase baik.
Musim
Tanam sepanjang tahun, ideal awal musim hujan (Okt–Nov). Panen getah musim kemarau (Apr–Sep).
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tahunan, mulai panen getah pada umur 8–10 tahun, produksi puncak umur 15–20 tahun.

Busuk akar disebabkan Rigidoporus microporus, ditandai daun menguning, layu, dan akar berwarna cokelat kehitaman dengan miselium putih. Busuk batang (Phellinus noxius) menunjukkan batang berlubang, getah keluar berlebihan, dan tubuh buah seperti cokelat di pangkal batang. Karat daun (Caeoma sp.) terlihat bintik oranye-kuning di permukaan bawah daun, menyebabkan daun gugur dan pertumbuhan terhambat. Semua penyakit ini menyebar melalui tanah, air, atau alat yang terkontaminasi.

Pengendalian dimulai dengan pencegahan: gunakan bibit sehat dari BPSB, perbaiki drainase dengan membuat parit selebar 50 cm dan dalam 60 cm di sekeliling pohon, serta hindari luka mekanis. Untuk busuk akar dan batang, buka tanah di sekitar pangkal akar, potong dan buang bagian yang terinfeksi, lalu oleskan fungisida berbahan aktif benomil atau karbendazim sesuai label. Karat daun dapat dikurangi dengan pemangkasan cabang terserang dan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida setiap 2-4 minggu saat musim hujan.

Jika serangan sudah parah (lebih dari 50% tajuk menguning atau batang berlubang), pohon harus ditebang dan dibakar untuk mencegah penularan. Areal bekas pohon sakit diberi kapur dolomit 2-3 kg per lubang, lalu didiamkan 3-6 bulan sebelum ditanami kembali. Konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk diagnosis lebih akurat dan rekomendasi fungisida spesifik sesuai kondisi lahan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Akar (Rigidoporus microporus)

Ciri: Daun menguning, layu, dan rontok; akar berwarna cokelat kehitaman, lunak, dan ditumbuhi miselium putih seperti kapas.

Solusi: Buka tanah di sekitar pangkal akar, potong dan buang akar yang terinfeksi, oleskan fungisida pada luka, perbaiki drainase dengan parit.

Busuk Batang (Phellinus noxius)

Ciri: Batang berlubang, getah keluar berlebihan, tubuh buah cokelat menempel di pangkal batang, daun layu permanen.

Solusi: Buang tubuh buah, bersihkan jaringan busuk, oleskan fungisida pada bekas luka, jaga kelembaban dengan mengurangi naungan.

Karat Daun (Caeoma sp.)

Ciri: Bintik oranye-kuning di permukaan bawah daun, daun menggulung dan gugur, pertumbuhan tanaman terhambat.

Solusi: Pangkas cabang terserang, semprot fungisida setiap 2-4 minggu saat hujan, jaga jarak tanam untuk sirkulasi udara.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin setiap 2 minggu, terutama saat musim hujan. Catat tanda-tanda awal seperti daun menguning atau bercak.
  2. Jika ditemukan gejala busuk akar atau batang, gali tanah di sekitar pangkal pohon hingga akar terlihat, potong bagian yang sakit, dan buang jauh dari kebun.
  3. Aplikasikan fungisida sesuai label pada luka bekas potongan dan tanah di sekitarnya. Ulangi 2-3 kali dengan interval 2 minggu.
  4. Untuk karat daun, semprot fungisida pada seluruh tajuk, terutama permukaan bawah daun. Lakukan 3-4 kali setiap musim hujan.
  5. Perbaiki drainase dengan membuat parit keliling sedalam 60 cm, dan beri kapur dolomit 2 kg per pohon untuk mengurangi keasaman tanah.
  6. Pohon yang mati atau terserang parah segera ditebang dan dibakar. Areal bekas pohon sakit dikapur dan dibiarkan bero 3-6 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama penyakit damar di Indonesia?

Penyebab utama adalah jamur: Rigidoporus microporus (busuk akar), Phellinus noxius (busuk batang), dan Caeoma sp. (karat daun). Serangan meningkat saat musim hujan di lahan drainase buruk.

Bagaimana cara membedakan busuk akar dan busuk batang?

Busuk akar: daun menguning, akar lunak dan berwarna gelap dengan miselium putih. Busuk batang: batang berlubang, getah keluar, dan ada tubuh buah cokelat di pangkal batang.

Apakah karat daun bisa menyebar ke pohon lain?

Ya, spora jamur karat daun menyebar melalui angin dan air hujan. Pemangkasan cabang sakit dan penyemprotan fungisida rutin dapat mengendalikan penyebaran.

Kapan waktu terbaik untuk mengaplikasikan fungisida?

Saat musim kemarau (April-September) untuk pencegahan, dan segera setelah gejala muncul di musim hujan. Untuk karat daun, semprot setiap 2-4 minggu saat musim hujan.

Apa yang harus dilakukan jika pohon damar sudah terlanjur mati?

Tebang dan bakar pohon mati beserta akarnya. Beri kapur dolomit 2-3 kg per lubang tanam, lalu biarkan lahan bero 3-6 bulan sebelum menanam bibit baru.

Bisakah penyakit damar menular melalui alat sadap?

Ya, alat sadap yang terkontaminasi dapat memindahkan spora jamur. Sterilkan alat dengan alkohol 70% atau larutan klorin 10% sebelum digunakan pada pohon lain.

Lebih lanjut tentang Damar

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.