Busuk akar disebabkan Rigidoporus microporus, ditandai daun menguning, layu, dan akar berwarna cokelat kehitaman dengan miselium putih. Busuk batang (Phellinus noxius) menunjukkan batang berlubang, getah keluar berlebihan, dan tubuh buah seperti cokelat di pangkal batang. Karat daun (Caeoma sp.) terlihat bintik oranye-kuning di permukaan bawah daun, menyebabkan daun gugur dan pertumbuhan terhambat. Semua penyakit ini menyebar melalui tanah, air, atau alat yang terkontaminasi.
Pengendalian dimulai dengan pencegahan: gunakan bibit sehat dari BPSB, perbaiki drainase dengan membuat parit selebar 50 cm dan dalam 60 cm di sekeliling pohon, serta hindari luka mekanis. Untuk busuk akar dan batang, buka tanah di sekitar pangkal akar, potong dan buang bagian yang terinfeksi, lalu oleskan fungisida berbahan aktif benomil atau karbendazim sesuai label. Karat daun dapat dikurangi dengan pemangkasan cabang terserang dan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida setiap 2-4 minggu saat musim hujan.
Jika serangan sudah parah (lebih dari 50% tajuk menguning atau batang berlubang), pohon harus ditebang dan dibakar untuk mencegah penularan. Areal bekas pohon sakit diberi kapur dolomit 2-3 kg per lubang, lalu didiamkan 3-6 bulan sebelum ditanami kembali. Konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk diagnosis lebih akurat dan rekomendasi fungisida spesifik sesuai kondisi lahan.